Usai Lantik Kepala Badan, Prabowo Kabarnya akan Reshuffle Para Menteri
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik sejumlah pejabat dan kepala badan pada hari ini. Ia juga akan melakukan perombakan menteri, namun pengumuman posisi baru ini akan dilakukan secara bertahap.
Dari informasi yang dikumpulkan Katadata, perombakan kemungkinan akan menyasar posisi Menteri Luar Negeri, Menteri Pariwisata hingga Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Tak hanya itu, Prabowo dikabarkan akan melakukan perombakan menteri alias reshuffle. Meski demikian, pengumuman menteri baru kabarnya akan dilakukan secara bertahap.
Dari informasi yang dikumpulkan Katadata, perombakan kemungkinan akan menyasar posisi Menteri Luar Negeri, Menteri Pariwisata hingga Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Meski demikian, belum ada keterangan resmi pemerintah mengenai kabar tersebut. Hingga berita ini ditulis, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi hingga Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad belum memberikan keterangan resmi mengenai kabar tersebut.
Sedangkan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. Qodari merupakan pejabat yang kabarnya akan digeser menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).
"Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden," kata Qodari dalam pesan singkat, Senin (27/4).
Sedangkan pengamat komunikasi politik sekaligus pendiri Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia KedaiKOPI, Hendri Satrio mengatakan kader Partai Gerindra berisiko tergeser dalam reshuffle kali ini.
"Karena perhitungan politiknya paling mudah dihitung Pak Prabowo ketimbang dari partai politik lain," kata Hendri kepada Katadata.co.id, Senin (27/4).
Hendri mengatakan evaluasi kabinet perlu dilakukan karena masyarakat hanya akan mengingat kinerja Presiden. Evaluasi perlu dilakukan terutama karena adanya tekanan ekonomi yang cukup berat. Dia juga menyoroti pos-pos lain yang bisa dievaluasi Presiden.
"Persoalan sekarang itu kan ekonomi, hukum, dan komunikasi. Mungkin tiga itu yang bisa kena," katanya.
Namun, Hendri juga mengatakan, keputusan akhir besar atau kecilnya reshuffle akan berada di tangan Prabowo. Ia menyarankan agar Presiden tak membesarkan jumlah kabinetnya.
