Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat Janji Benahi Penanganan Sampah

Muhamad Fajar Riyandanu
27 April 2026, 17:43
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Youtube/Sekretariat Presiden
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat menyatakan bakal memprioritaskan penanganan persoalan sampah serta memperkuat komitmen Indonesia terhadap standar dan perjanjian lingkungan hidup global.

Jumhur menyampaikan hal tersebut setelah dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada Senin (27/4).

Menurut Jumhur, isu pengelolaan sampah menjadi pekerjaan mendesak saat ini. “Pasti banyak hal yang harus dilakukan, yang di depan mata kita.  Misalnya sampah, secara bertahap kita akan mengikuti standar global,” kata Jumhur.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) itu menjelaskan, pengelolaan sampah akan ditangani secara bertahap, sejalan dengan upaya pemerintah memenuhi standar internasional di bidang lingkungan.

Ia juga menjanjikan implementasi berbagai kesepakatan global yang telah diikuti Indonesia. Jumhur optimistis tugas tersebut dapat berjalan baik seiring dukungan presiden yang dinilainya memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan hidup.

 “Saya yakin aparat di Kementerian Lingkungan Hidup dapat melaksanakan dengan baik, doakan dan bantu saya berkampanye untuk memastikan lingkungan hidup menjadi habits di hati kita,” ujarnya.

Prabowo melantik Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup untuk mengisi posisi yang sebelumnya dijabat oleh Hanif Faisol Nurofiq. Sementara, Hanif Faisol kini menempati posisi baru sebagai Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan.

Selain Jumhur dan Hanif, Prabowo juga melantik empat pejabat baru lainnya, antara lain Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional dan Hasan Nasbi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Pelantikan Abdul Kadir dan Hasan Nasbi menandai kembalinya mereka ke Kabinet Merah Putih. Abdul Kadir sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran sejak 21 Oktober 2024 hingga 8 September 2025.

Sementara itu, Hasan Nasbi pernah menduduki posisi  Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) dari 19 Agustus 2024 sampai dengan 17 September 2025.

Prabowo juga melantik Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Dudung menggantikan Muhammad Qodari yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...