Menlu RI dan 9 Negara Kecam Militer Israel yang Sandera Warga Sipil dan Jurnalis

Desy Setyowati
19 Mei 2026, 09:17
kecam israel sandera wni,
ANTARA/Anadolu
Kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Luar Negeri atau Menlu Indonesia bersama dengan menlu dari sembilan negara lainnya mengecam keras aksi pasukan Zionis Israel yang kembali mencegat konvoi flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan Siprus, serta penculikan terhadap sejumlah warga sipil.

"Para menteri mengecam sekeras-kerasnya serangan Israel yang kembali dilancarkan terhadap Global Sumud Flotilla, inisiatif kemanusiaan sipil yang bertujuan untuk menarik perhatian internasional terhadap penderitaan rakyat Palestina,” demikian bunyi pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol Mengenai Serangan Israel terhadap Armada Global Sumud, yang diunggah akun X Kemlu RI, dikutip Selasa (19/5).

Para Menlu mengungkapkan keprihatin mendalam atas intervensi Israel terhadap armada-armada sebelumnya di perairan internasional dan mengutuk kelanjutan tindakan permusuhan yang menargetkan kapal-kapal sipil dan aktivis kemanusiaan.

“Serangan-serangan ini, termasuk serangan terhadap kapal-kapal dan penahanan sewenang-wenang terhadap para aktivis, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” demikian dikutip.

Para Menlu juga menyoroti keselamatan dan keamanan para peserta sipil dalam armada yang ditahan Militer Israel. Mereka menyerukan pembebasan segera semua aktivis yang ditahan, serta penghormatan penuh terhadap hak dan martabat mereka.

Mereka menekankan bahwa serangan berulang terhadap inisiatif kemanusiaan damai mencerminkan pengabaian berkelanjutan terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi.

Para Menlu juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab hukum dan moralnya, memastikan perlindungan warga sipil dan misi kemanusiaan, dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengakhiri impunitas dan memastikan akuntabilitas atas pelanggaran-pelanggaran ini.

Kemlu Indonesia menyampaikan, sekurangnya sepuluh kapal dalam konvoi Global Sumud Flotilla telah dicegat pasukan Zionis, antara lain “Amanda”, “Barbaros”, “Josef”, dan “Blue Toys”.

Kapal “Josef” yang dicegat diketahui membawa seorang WNI atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) - Rumah Zakat.

Sementara itu, komunikasi masih diupayakan dengan kapal yang membawa jurnalis Republika Bambang Noroyono demi memastikan status dari kapal itu, serta para penumpang di dalamnya.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resmi, dikonfirmasi di Jakarta, Senin malam (18/5).

Ia juga menyampaikan, situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi.

Yvonne memastikan bahwa Kemlu RI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan, untuk memastikan keselamatan para WNI yang terkena pencegatan Israel.

“Kemlu RI via Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka,” kata dia.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kembali menyatakan kecamannya terhadap tindakan Israel yang menahan lebih dari 100 aktivis kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

"Tindakan yang dilakukan terhadap misi bantuan kemanusiaan tersebut bukan saja melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional, tetapi juga memperlihatkan kesewenang-wenangan rezim Zionis dalam menutup akses bantuan, membungkam suara kemanusiaan, serta menindas siapa pun yang bangkit mempertahankan dan membela rakyat Palestina," ujar Anwar Ibrahim dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Senin (18/5).

Anwar menyatakan dari seratusan aktivis yang ditahan itu terdapat 16 aktivis dari Malaysia yang ikut ditawan. Malaysia dengan tegas mengecam tindakan tersebut dan menuntut jaminan keselamatan serta pembebasan segera seluruh aktivis.

Anwar menekankan dunia tidak boleh terus-menerus tunduk pada kezaliman. Menurut dia penindasan terhadap rakyat Palestina dan terhadap mereka yang menggalang serta membawa bantuan kemanusiaan harus segera dihentikan. "Israel harus mempertanggungjawabkan tindakannya," kata Anwar.

Ini bukan pertama kali Anwar Ibrahim mengeluarkan pernyataan keras atas aksi Israel terhadap aktivis kapal kemanusiaan flotilla. Dalam insiden penahanan sebelumnya Anwar juga secara langsung bersuara mengecam aksi militer Israel terhadap para aktivis.

Anwar Ibrahim juga tidak ragu melakukan dialog dengan pemimpin negara-negara sahabat dalam upaya pembebasan para aktivis.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...