Prabowo Tawarkan Investasi Sapi, Kuda hingga Hilirisasi ke Pengusaha Prancis
Presiden Prabowo Subianto menyambut pembentukan France-Indonesia High Level Business Council (FIBC) sebagai upaya untuk memperkuat hubungan ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Prancis.
Ia menyampaikan saat berpidato bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée pada Kamis (28/5), waktu setempat. Prabowo menilai pembentukan forum bisnis tingkat tinggi tersebut menjadi momentum untuk memperluas kerja sama ekonomi kedua negara di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Prabowo berharap kehadiran forum itu dapat meningkatkan partisipasi perusahaan-perusahaan Prancis dalam pengembangan ekonomi nasional ke depannya.
“Saya sangat gembira dan menyambut baik pembentukan France Indonesia High Level Business Council. Ini saya kira sangat penting dan kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis terus di ekonomi Indonesia,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Ketua Umum Partai Gerindra itu memandang Prancis sebagai salah satu kekuatan utama Eropa yang memiliki peranan dalam menjaga stabilitas global dan mendorong kerja sama ekonomi internasional.
France-Indonesia High Level Business Council merupakan platform bilateral swasta yang menjembatani dialog antara dunia usaha dan pembuat kebijakan untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kolaborasi berkelanjutan Indonesia–Prancis. Forum ini kini dipimpin oleh CEO Danone, Antoine Saint-Affrique.
Perluas Kerja Sama Peternakan Sapi dan Kuda
Dalam joint statement yang dirilis Kantor Kepresidenan Prancis, kedua negara menyoroti pentingnya penyusunan peta jalan bersama di sektor pertanian guna memastikan implementasi kerja sama bilateral berjalan efektif dan saling menguntungkan.
Prabowo dan Macron juga menyambut perkembangan kerja sama di bidang peternakan sapi dan kuda, serta mencatat pembukaan akses pasar secara bertahap bagi sejumlah produk yang menjadi kepentingan kedua negara sesuai ketentuan hukum masing-masing.
Selain itu, kedua pemimpin mendukung perluasan investasi lintas negara, termasuk di sektor hilirisasi, dan mendorong penguatan kemitraan bisnis melalui France-Indonesia High Level Business Council. Forum tersebut untuk pertama kalinya digelar di bawah naungan langsung kedua kepala negara di Paris pada 28 Mei 2026.
Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin memperkuat kerja sama dengan Prancis di berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, energi bersih, pendidikan, sains dan teknologi, hingga investasi.
Pemerintah Indonesia juga mendorong percepatan pelaksanaan perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas akses perdagangan dan investasi. “Prancis sebagai pemimpin Eropa akan terus memainkan peranan yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara,” ujar Prabowo.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Prancis kali ini, Prabowo didampingi oleh Didit Hediprasetyo dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.
