Usai Prancis, Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Austria dan Hungaria

Muhamad Fajar Riyandanu
29 Mei 2026, 17:51
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melanjutkan rangkaian lawatan dinas luar negerinya ke Austria dan Hungaria setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan di Prancis. Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan lawatan dinas ke Prancis, Austria dan Hungaria memiliki nilai strategis bagi kepentingan ekonomi dan industri masa depan Indonesia.

Lawatan ke Prancis dipandang sebagai upaya mempererat kemitraan dengan salah satu kekuatan utama Eropa di bidang pertahanan dan teknologi militer. Intensitas pertemuan Prabowo dengan Presiden Emmanuel Macron dinilai berkaitan dengan upaya membangun hubungan strategis jangka panjang, termasuk penguatan kerja sama alutsista dan transfer teknologi pertahanan.

"Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak dalam bekerja sama dengan Macron," kata Sugiat dalam keterangan pers, dikutip Jumat (29/5).

Sedangkan, Austria disebut memiliki peran penting sebagai pusat industri manufaktur di Eropa Tengah. Negara tersebut dinilai memiliki kekuatan di sektor mesin, otomotif, pengolahan logam, bahan kimia, hingga industri makanan dan minuman yang relevan dengan agenda industrialisasi Indonesia.

Bidik Investasi EV

Adapun Hungaria dipandang strategis karena berkembang menjadi salah satu pusat pembangunan gigafactory baterai kendaraan listrik di Uni Eropa. Posisi Hungaria dinilai penting bagi Indonesia untuk memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik global, terutama karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Sugiat berpendapat dunia saat ini sedang bertransisi ke kendaraan listrik. Namun, Indonesia punya waktu terbatas sebelum teknologi baterai bergeser ke bahan non-nikel.

Ia mengatakan, lawatan maraton Prabowo dari Paris menuju Wina dan Budapest disebut sebagai upaya mempercepat pengamanan investasi hilirisasi sebelum perubahan teknologi global mengurangi ketergantungan industri baterai terhadap nikel.

"Pak Prabowo datang ke sana bukan sebagai peminta-minta bantuan, tetapi sebagai pemilik komoditas strategis yang menentukan masa depan industri otomotif dunia," ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...