Prabowo Sebut Perang Dagang AS - Cina Bikin Indonesia Untung

Muhamad Fajar Riyandanu
8 Juni 2026, 11:54
Presiden Prabowo Subianto melakukan penghormatan kepada pasukan sebelum bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026).
ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/app/YU
Presiden Prabowo Subianto melakukan penghormatan kepada pasukan sebelum bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia mendapat keuntungan dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan ekonomi antara dua negara itu mendorong sejumlah perusahaan global mengalihkan sebagian rantai pasok dan fasilitas produksinya ke Indonesia.

Prabowo menyebut fenomena itu membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi baru. Sejumlah industri memilih menempatkan pabrik dan fasilitas manufakturnya di Indonesia sebagai bagian dari strategi diversifikasi produksi yang dikenal dengan istilah China Plus One.

“Kami (Indonesia) telah diuntungkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Beberapa industri pindah ke Indonesia,” kata Prabowo dalam wawancara khusus dengan media asal Prancis, Atlantico, dikutip Senin (8/6).

Prabowo menilai dunia akan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar apabila AS dan Cina mampu menjaga hubungan yang harmonis. Sebaliknya, persaingan dan konfrontasi antara kedua negara dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian global.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan bahwa AS dan Cina sama-sama membutuhkan pasokan mineral strategis serta kapasitas industri yang dimiliki negara-negara Asia Tenggara. Kondisi itu kemudian turut memengaruhi laju perekononiam Indonesia.

“Tiongkok maupun Amerika Serikat sama-sama membutuhkan mineral strategis dan kemampuan industri Asia Tenggara. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi kami berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi mereka,” ujar Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan salah satu fokus utama pemerintahannya adalah menutup berbagai kebocoran yang selama ini menggerus potensi ekonomi nasional. Menurutnya, praktik pelaporan nilai transaksi yang lebih rendah dari nilai sebenarnya alias under-invoicing telah menyebabkan Indonesia kehilangan potensi ekonomi yang signifikan.

Ia memperkirakan kerugian akibat praktik tersebut mencapai lebih dari US$ 900 miliar. Tanpa kebocoran itu, nilai perekonomian Indonesia disebut bisa jauh lebih besar dibandingkan saat ini, bahkan mendekati US$2,4 triliun.

“Tanpa kerugian tersebut, ekonomi kami tidak hanya bernilai US$1,5 triliun, tetapi akan mendekati US$ 2,4 triliun. Kami sedang menangani masalah itu sekarang,” kata Prabowo.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...