Emiten Afiliasi Grup Djarum (BACH) Resmi Debut di Bursa, Saham Tembus ARA 24,43%

Karunia Putri
8 Juli 2026, 09:17
PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten sektor infrastruktur, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7). Perusahaan afiliasi grup Djarum ini menjadi emiten keempat yang melantai di BEI tahun ini.

Pada debut perdananya, harga saham BACH dibuka melonjak 24,43% ke level Rp 550 atau menembus batas harga tertinggi perdagangan harian atau auto rejection atas (ARA) pada pukul 9.00 WIB.  

Volume saham yang diperdagangkan pagi ini tercatat 665 saham dengan nilai transaksinya Rp 36,58 juta. Sementara frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 284 kali.  

ARA merupakan batas kenaikan harga saham tertinggi yang diperbolehkan dalam satu hari perdagangan. Saat saham menyentuh ARA, sistem akan secara otomatis menolak pesanan untuk membeli atau menjual efek.

Perseroan menawarkan sebanyak-sebanyaknya 615 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau setara dengan 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham tersebut ditawarkan di kisaran harga Rp 400 hingga Rp 500 per saham.

Perusahaan menetapkan harga IPO Rp 442 per saham. Dengan begitu, perseroan berpotensi menghimpun dana segar sebesar Rp 271,83 miliar.

Profil Perusahaan

Bach Multi Global didirikan pada September 2006 dan awalnya berfokus pada penjualan genset untuk mendukung kebutuhan listrik, terutama di sektor telekomunikasi.

Seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, perusahaan kemudian memperluas bisnisnya ke jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Mereka tetap menjalankan usaha penjualan dan penyewaan genset, termasuk untuk sektor non-telekomunikasi.

Demi mendukung ekspansi tersebut, perusahaan juga membentuk anak usaha, PT Bach Multi Infrastruktur, yang bergerak di bidang jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi.

Saat ini, kegiatan utama perusahaan mencakup dua lini bisnis, yaitu penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Perseroan menetapkan bahwa seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham baru hasil IPO, memiliki hak yang sama dan sederajat, termasuk hak atas pembagian dividen.

Sesuai ketentuan perundang-undangan di Indonesia dan Anggaran Dasar, Direksi mengusulkan pembagian dividen, sementara RUPS Tahunan memutuskan persetujuannya.  Perseroan hanya dapat membagikan dividen pada tahun buku yang mencatat saldo laba positif.

Setelah IPO, perseroan berencana membagikan dividen kas hingga maksimal 50% dari laba bersih mulai tahun 2027 dengan dasar kinerja tahun buku 2026.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...