Hashim Akui Bertemu Agen CIA Palsu Gaurav Srivastava: Bagian Delegasi AS

Yuliawati
Oleh Yuliawati
13 Juli 2026, 12:10
Penanggung jawab tim hukum Hashim Djojohadikusumo, dan sejumlah anggota tim hukum mendaftarkan gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi. Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Penanggung jawab tim hukum Hashim Djojohadikusumo, dan sejumlah anggota tim hukum mendaftarkan gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi. Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menjelaskan pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan seorang penipu berkedok agen CIA, bernama Gaurav Srivastava.

"Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar, kami menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan fakta serta memberikan gambaran yang utuh mengenai peristiwa yang diberitakan," kata Juru Bicara Hashim, Ariseno Ridhwan dalam keterangan di Jakarta, dikutip Senin (13/7). 

Ia menjelaskan, pada 7 Desember 2020, Menteri Pertahanan saat itu Prabowo Subianto menjamu Menteri Pertahanan Amerika Serikat saat itu Christopher C. Miller dalam jamuan makan malam di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta.

"Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi Menteri Pertahanan Amerika Serikat ke Indonesia. Bapak Hashim S. Djojohadikusumo turut hadir dalam jamuan tersebut," katanya.

Delegasi Amerika Serikat saat itu terdiri atas sejumlah pejabat senior, antara lain Kash Patel yang ketika itu menjabat Kepala Staf Menteri Pertahanan Amerika Serikat dan kini Direktur FBI, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim, Military Assistant General Brian Fenton, Director of the Defense Security Cooperation Agency Heidi Grant, Gaurav Srivastava, serta hampir 30 anggota delegasi dan pendamping lainnya.

Dalam rangkaian agenda tersebut juga berlangsung pertemuan terbatas antara Prabowo Subianto dan Christopher C. Miller.

"Gaurav Srivastava turut hadir sebagai bagian dari delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan terbatas tersebut," kata Ariseno.

Ia menambahkan klarifikasi itu disampaikan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa yang diberitakan dan tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang parsial.

"Kami berharap klarifikasi ini dapat menjadi pelengkap informasi bagi publik sehingga peristiwa tersebut dipahami secara utuh berdasarkan fakta yang sebenarnya," kata Ariseno.

Beberapa media seperti Tempo, The Wall Street Journal dan The Independent mengulas soal sepak terjang Gaurav. Banyak mantan rekan bisnis mengklaim Gaurav Srivastava menipu jutaan dolar dengan menyamar sebagai agen CIA. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...