Polisi Tangkap Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah

Muhamad Fajar Riyandanu
13 Juli 2026, 17:34
Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga saat proses penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026).
ANTARA FOTO/Fauzan/tom.
Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga saat proses penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polisi menangkap seorang pria berinisial MY berusia 34 tahun terkait ancaman bom di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Polisi saat ini masih mendalami motif dan tujuan pelaku dalam menyampaikan ancaman tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, pelaku berdomisili di sekitar lokasi sekolah dan telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui latar belakang serta motif di balik aksi teror tersebut.

"Saat ini (pelaku) ada di Pores Metro Jakarta Selatan. Masih dalam pendalaman dari penyidik terkait tentang motif, tujuan dari yang bersangkutan," kata Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Senin (13/7).

Budi mengimbau masyarakat agar bersikap bijak dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun ketertiban, terutama di lingkungan pendidikan.

Ia mengatakan sekolah harus tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi kegiatan belajar mengajar.

Ancaman bom tersebut dilaporkan sempat mengganggu aktivitas pendidikan di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Pihak sekolah memulangkan para siswa sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan selama proses penanganan berlangsung.

"Kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak. Karena kita ingin kegiatan pendidikan, dunia pendidikan ini dalam kondisi yang nyaman. Akhirnya dengan adanya teror itu para siswa dipulangkan," ujar Budi.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, sebelumnya mengatakan ancaman bom diterima pihak sekolah melalui pesan WhatsApp. Laporan kemudian diteruskan kepada Polsek Jagakarsa sekitar pukul 07.30 WIB.

“Dia (pengirim pesan teror bom) hanya bilang ada 11 titik yang akan diledakkan dalam hitungan detik. Indikasi dan motifnya masih kami dalami. Siapa pelakunya dan berada di mana juga masih kami selidiki,” kata Nurma.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...