Prabowo Bertemu Direktur FBI, Bahas Repatriasi Artefak Budaya

Muhamad Fajar Riyandanu
23 Juli 2026, 08:36
Presiden Prabowo Subianto saat menerima Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) Kash Patel di Kertanegara, Jakarta, Rabu (22.7). Foto: Kris - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat menerima Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) Kash Patel di Kertanegara, Jakarta, Rabu (22.7). Foto: Kris - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat (AS), Kash Patel, di Kertanegara, Jakarta, pada Rabu (22/7). 

Pertemuan tersebut untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan AS, khususnya dalam upaya pengembalian artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa selain melakukan pembahasan secara resmi, Direktur FBI juga secara langsung menyerahkan artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian kerja sama repatriasi antara Indonesia dan FBI.

“Ini merupakan kerja sama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI," kata Fadli Zon, dikutip dari siaran pers.

Ia menjelaskan bahwa artefak yang dikembalikan tersebut berasal dari Papua, tepatnya warisan budaya masyarakat suku Dani, suku Asmat, dan suku Danau di kawasan Danau Sentani.  Menurutnya, benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi bagi Indonesia.

“Ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi merupakan upaya untuk memulihkan kedaulatan budaya kita," ujar Fadli. 

Politikus Partai Gerindra itu juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pengembalian benda budaya telah berlangsung sebelumnya.

FBI telah beberapa kali membantu mengembalikan berbagai artefak penting Indonesia yang dicuri, termasuk arca-arca perunggu serta artefak dari sejumlah situs budaya.

"Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Setneg dan Kementerian Luar Negeri," kata Fadli. 

Fadli mengatakan pengembalian artefak budaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan kedaulatan budaya nasional sekaligus memperkaya pengetahuan masyarakat terhadap warisan sejarah bangsa. 

Artefak-artefak tersebut nantinya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dinikmati sekaligus dipelajari oleh masyarakat luas.

"Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya, dan kita tentu akan ekshibit ini, akan mempamerkan ini di Museum Nasional," ujar Fadli.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...