Prabowo akan Renovasi 10.000 Puskesmas Tahun Depan, Anggaran Rp 4 M per Unit

Mela Syaharani
14 Agustus 2026, 16:09
prabowo, puskesmas,
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bay/kye
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah mulai tahun depan akan memperbaiki seluruh puskesmas di Indonesia.  Ini karena menurutnya, sejumlah puskesmas sudah puluhan tahun tidak diperbaiki.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR & Sidang Bersama DPR dan DPD pada Jumat (14/8). Dia menyebut renovasi puskesmas ini diutamakan untuk daerah terpencil, tertinggal, terluar (3T). Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk biaya renovasi tersebut.

“Mulai 2027 pemerintah akan merenovasi 10.000 puskesmas di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan perbaikan ini dilakukan karena puskesmas harus menjadi benteng pertama yang menjaga kesehatan bangsa. Dia menyebut puskesmas adalah pintu pertama negara ketika rakyat sakit. 

“Di sana, ibu memeriksakan kandungan, bayi mendapat imunisasi, anak diperiksa pertumbuhannya, dan penyakit dideteksi sebelum menjadi lebih berat,” ujarnya.

Tak hanya puskesmas, Prabowo juga akan merenovasi atau membangun 514 lab kesehatan masyarakat atau Labkesmas. Rencananya hal ini akan dilakukan di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar.  “Program renovasi Puskesmas dan Labkesmas ini harus selesai paling lambat pada tahun 2030,” ucapnya.

Jumlah Puskesmas di Indonesia

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat 10.268 puskesmas di Indonesia pada 2024. Jumlahnya bertambah 88 unit atau 0,86% dari tahun sebelumnya.

Secara tren, jumlah puskesmas di Tanah Air cenderung tumbuh positif dalam sedekade terakhir. Namun, sempat turun pada 2023 menjadi 10.180 unit. Penurunan tersebut disebabkan oleh penghapusan sejumlah puskesmas akibat peningkatan status menjadi RS Tipe D, restrukturisasi organisasi, serta penggabungan dua puskesmas.

Adapun pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan primer dapat dilihat secara umum berdasarkan rasio puskesmas terhadap kecamatan.  Pada 2024, rasio puskesmas terhadap kecamatan di Indonesia sebesar 1,41. Ini menunjukkan bahwa idealnya satu kecamatan memiliki satu puskesmas. 

Kemenkes menilai, rasio puskesmas secara nasional sudah terpenuhi. Namun, distribusinya belum merata. Tercatat, provinsi dengan rasio tertinggi berada di Bali, dengan 2,11 puskesmas per kecamatan. Sementara Papua Barat Daya jadi yang terendah, rasionya hanya 0,79. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...