Bandara Soekarno-Hatta Tutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Begini Nasib Penumpang
Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penumpang harus menunda penerbangannya. Salah satunya Agustiyanti, penumpang Vietnam Airlines dengan rute Jakarta-Hanoi yang seharusnya berangkat pada Minggu (6/9) dini hari.
Agustiyanti mengatakan dirinya telah mendapat informasi mengenai potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan saat melakukan check-in sekitar pukul 23.00 WIB pada Sabtu (5/9) malam.
"Semalam saat check in sekitar jam 22.30 WIB, sudah diberitahu petugas counter agar tidak telat masuk gate, karena ada erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga berpotensi dibatalkan atau delay," kata Agustiyanti kepada Katadata.co.id, Minggu (6/9).
Menurut dia, kondisi Bandara Soekarno-Hatta saat itu cukup ramai seperti biasanya. Namun, ia belum mengetahui bahwa sejumlah penerbangan telah dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Agustiyanti kemudian masuk ke pesawat sekitar pukul 00.40 WIB. Ia bersama penumpang lainnya sempat menunggu di dalam pesawat hingga sekitar pukul 03.00 WIB.
Selama menunggu, maskapai memberikan makanan kepada penumpang. Namun, pesawat akhirnya tidak dapat diberangkatkan setelah penutupan Bandara Soekarno-Hatta diberlakukan.
Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26. Penutupan dilakukan setelah hasil paper test pada pukul 00.35-01.05 WIB menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Sekitar pukul 03.00 WIB, penumpang diminta turun dari pesawat dan kembali menunggu di area gate. "Sekitar jam 3 kami diminta keluar pesawat, menunggu di gate," ujarnya.
Penumpang kemudian mendapat informasi jadwal boarding baru pada pukul 06.05 WIB. Namun, penerbangan kembali tertunda setelah penutupan bandara diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.
"Sudah dikasih tiket baru boarding 06.05, tapi ternyata ditutup lagi. Bandaranya sampai 09.30," kata Agustiyanti.
Hingga Ahad pagi, Agustiyanti masih menunggu kepastian keberangkatan. Menurut dia, pesawat untuk penerbangan Jakarta-Hanoi tersebut masih berada di Bandara Soekarno-Hatta.
"Masih nunggu karena pesawatnya sudah ada. Jadi nunggu bisa berangkat saja," ujarnya.
Namun, tidak semua penumpang memilih untuk menunggu. Sebagian penumpang memutuskan membatalkan perjalanan dan mengajukan pengembalian dana atau refund kepada maskapai.
Gangguan penerbangan juga dirasakan penumpang domestik. Fredian Yulianda membagikan kondisi Bandara Soekarno-Hatta melalui video yang memperlihatkan sejumlah penerbangan domestik dibatalkan.
Beberapa penerbangan yang terdampak antara lain tujuan Gorontalo, Makassar, Berau, Ambon, Jayapura, Sorong, Palu, Ternate, Kupang, Kendari dan Manado.
Gangguan penerbangan juga dialami selebritas Arie Untung. Melalui unggahan akun Instagram @ariekuntung pada Minggu (6/9) pagi, Arie mengatakan dirinya bersama keluarga tidak dapat kembali ke Jakarta dari Denpasar karena penutupan Bandara Soekarno-Hatta.
"Pagi ini Bandara Soekarno-Hatta ditutup! Kami dari Denpasar nggak bisa pulang ke Jakarta," tulis Arie dalam unggahannya.
Arie menyebut sebaran abu vulkanik telah memenuhi udara di wilayah Jawa bagian barat. Ia juga mengatakan pihaknya masih mencari cara untuk dapat kembali ke Jakarta.
"Abu vulkanik sudah memenuhi udara Pulau Jawa bagian barat," tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Arie juga menyampaikan bahwa kondisi akibat erupsi Anak Krakatau telah berdampak terhadap sejumlah wilayah. Ia mengajak masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan mencari alternatif perjalanan.
Keterangan Arie ini menunjukkan dampak penutupan bandara tidak hanya dirasakan penumpang yang sudah berada di Soekarno-Hatta, tetapi juga penumpang di kota lain yang penerbangannya menuju Jakarta.
33 Penerbangan Terdampak
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dilakukan setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi di sekitar bandara.
Berdasarkan data monitoring per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, sebanyak 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pada penerbangan internasional terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali. Penerbangan yang terdampak antara lain rute menuju dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam dan Kuala Lumpur.
Sementara pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan. Rute yang terdampak antara lain dari dan menuju Lampung, Denpasar, serta Surabaya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengatakan pemulihan jadwal penerbangan pada 6 September menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal.
"Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG untuk memantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.
Penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta diminta memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal.
