Prabowo Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Minta Warga Tak Panik

Muhamad Fajar Riyandanu
7 September 2026, 12:52
prabowo, anak krakatau, erupsi
ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/nym.
Presiden Prabowo Subianto (depan) didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kanan) dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat mengunjungi posko pengungsi bencana genpa bumi di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda. Ia juga meminta masyarakat di sekitar wilayah terdampak tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.

 Melalui akun media sosial Instagram @presidenrepublikindonesia pada Minggu (6/9), Prabowo mengimbau masyarakat di Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda untuk tidak panik menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ia turut meminta masyarakat mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan.

“Sejak awal, Presiden telah memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait,” tulis unggahan tersebut.

Prabowo juga meminta masyarakat tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sembari mengingatkan masyarakat agar mematuhi zona bahaya dan batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Sejak awal perkembangan aktivitas gunung api tersebut, Prabowo menerima laporan dan informasi terbaru dari jajaran pemerintah terkait. Ia kemudian meminta seluruh unsur pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi perkembangan situasi.

Menteri Pertahanan 2019-2024 itu memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 Prabowo juga mengingatkan masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk menjaga kesehatan. Masyarakat diminta menggunakan masker atau pelindung pernapasan ketika beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik.

Masyarakat juga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi abu vulkanik cukup pekat. Pemerintah meminta warga mengikuti petunjuk petugas kesehatan dan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

 “Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah. Presiden akan terus memantau perkembangan keadaan dan mengambil setiap keputusan serta langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia,” tulis @presidenrepublikindonesia.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...