BNPB: Abu Gunung Anak Krakatau Bergerak ke Laut Hindia, Menjauh dari Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebaran abu vulkanik pascaerupsi Gunung Anak Krakatau saat ini cenderung bergerak ke arah Laut Hindia. Kondisi tersebut membuat wilayah Lampung, Banten, Jawa, Barat hingga DKI Jakarta kini lebih kondusif dari sebaran abu.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan arah sebaran abu mengikuti arah angin yang saat ini bergerak ke barat. Berdasarkan analisis citra satelit, kecepatan angin di sekitar Gunung Anak Krakatau mencapai 15 knot.
"Kalau kita lihat signifikan meteorologisnya, bahwa saat ini abu vulkanik tersebut lebih cenderung mengarah ke Laut Hindia," ujar Berton, dikutip dari siaran pers pada Selasa (8/9).
"Dari informasi tersebut, kita dapat tahu bahwa sekarang ini keadaan di Lampung dan Jawa Barat maupun Banten, DKI termasuk di dalamnya, lebih kondusif dari abu vulkanik.”
Meski kondisi sebaran abu sudah lebih kondusif, Berton mengingatkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat ataupun wisatawan tetap dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer.
BNPB terus melakukan operasi untuk menangani dampak abu vulkanik dan polutan di udara. Pada Senin (7/9), BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui metode cloud seeding atau penyemaian awan.
Operasi tersebut dilakukan dengan menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dalam operasi itu, BNPB menggunakan pesawat untuk menyebarkan sekitar 650 liter air yang dicampur dengan 350 kilogram kalsium klorida (CaCl2).
"Dilakukan penyemprotan air yang bercampur dengan kalsium klorida yang ditujukan pada awan yang berpotensi terjadi hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah," katanya.
Sementara pada Selasa (8/9), BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca dengan metode water mist. Dilakukan dengan menyemprotkan air yang dicampur surfaktan untuk membantu menangkap lapisan polutan di udara.
Dalam operasi tersebut, BNPB menggunakan sekitar 2 ribu liter air yang dicampur dengan surfaktan. Berton pun menyampaikan kondisi itu juga berdampak positif pada operasional penerbangan. Sebanyak delapan bandara yang sebelumnya ditutup oleh otoritas kini telah kembali dibuka.
