Prabowo Buka Peluang Reshuffle Jelang Dua Tahun Pemerintahannya
Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan dirinya melakukan kocok ulang kabinet atau reshuffle menjelang dua tahun pemerintahannya. Prabowo juga mengatakan dirinya tengah melakukan evaluasi kinerja pembantunya.
Prabowo mengatakan, periode dua tahun merupakan waktu yang cukup bagi para menteri untuk menunjukkan kinerjanya. Dua tahun pemerintahan Prabowo akan jatuh pada bulan depan.
"Saya kira (pergantian) itu sesuatu yang logis. Dua tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," kata Prabowo dalam tayangan sesi wawacana ‘Presiden Prabowo Menjawab’, dikutip dari kanal Youtube Prabowo Subianto pada Kamis (17/9).
Prabowo tak menyinggung pos kementerian apa yang akan dibidik olehnya. Ia hanya mengatakan reshuffle akan digunakannya untuk mempromosikan pejabat.
"Kalau ada yang mungkin tidak cocok di tempat itu, kita harus mampu untuk mengganti dengan orang yang benar," katanya.
Presiden juga menyinggung kemungkinan lain sehingga harus merombak kabinetnya. Salah satunya adalah jika ada Menteri yang tersandung kasus hukum.
"(Misalnya) tahu-tahu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dating ke saya, bilang 'pejabat ini begini-begini'. Kalau ada bukti, silakan (proses hukum)," katanya.
Meski demikian, ia beranggapan para menteri telah bekerja dengan baik untuk mencapai sasaran program pemerintah. Beberapa hal yang dianggapnya krusial antara lain mengamankan pasokan bahan bakar minyak (BBM), ketahanan pangan, mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem, hingga menggenjot investasi.
"Tentunya organisasi ini harus selalu cari yang benar-benar 'the right man in the right place'," katanya.
