Janji Prabowo di HUT PAN: Lapangan Terbang Kampung Nelayan, Pendidikan Gratis
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9) malam. Dalam pidatonya berdurasi satu jam itu, Prabowo menyampaikan sejumlah janji.
Pada awal pidatonya, ia mengaku kerap diingatkan agar berpidato dengan membaca naskah. Namun Prabowo enggan menurutinya karena ia merasa lebih suka beridato tanpa naaskah.
“Tapi bagaimana ya? Aku itu sukanya bicara apa adanya,” kata Prabowo seperti disiarkan dalam Youtube PAN TV.
Prabowo mengaku lebih menyukai berpidato tanpa teks karena merasa memiliki kedekatan dengan rakyat. Berikut pernyataan dan janji Prabowo dalam HUT PAN:
Gratiskan Biaya SD hingga Perguruan Tinggi Negeri
Pada acara tersebut, Prabowo menyampaikan rencananya untuk menggratiskan biaya pendidikan sekolah negeri hingga tingkat perguruan tinggi negeri. Sebagai langkah awal rencananya itu, Prabowo menuturkan akan menggelar rapat terbatas (ratas) kabinet untuk menggodok rencana tersebut.
“Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri, harus gratis,” kata Prabowo.
Ia menggambarkan, biaya yang diperlukan untuk rencana tersebut akan bersumber dari hasil yang dikembalikan dari hasil tindak pidana korupsi. “Nanti akan ada yang bertanya. ‘Dari mana uangnya?’ Uangnya yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri,” kata dia.
Lapangan Terbang di Kampung Nelayan
Dalam acara tersebut juga, Prabowo membuka opsi pembangunan lapangan terbang di kawasan kampung nelayan. Infrastruktur tersebut disiapkan agar ikan segar bernilai ekonomi tinggi dapat segera dikirim ke pasar tanpa membutuhkan waktu distribusi yang panjang.
Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi di kawasan pesisir. Menurut dia, kampung nelayan nantinya tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga memiliki fasilitas yang mendukung penyimpanan hingga distribusi hasil laut.
“Kalau perlu, mungkin kita bikin lapangan terbang supaya ikan yang mahal, ikan yang segar bisa cepat diterbangkan,” kata Prabowo.
Dia menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di seluruh Indonesia sebelum 2029.
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengatakan, setiap kampung nelayan akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung kegiatan perikanan. Fasilitas tersebut antara lain cold storage, pabrik es, stasiun pengisian bahan bakar, gudang, dan kendaraan.
“Setiap kampung nelayan harus ada cold storage, harus ada pabrik es, harus ada SPBU, harus ada gudang, harus ada kendaraan,” kata dia.
Menurut Prabowo, fasilitas tersebut diperlukan agar hasil tangkapan nelayan dapat ditangani dengan lebih baik sebelum dipasarkan. Khusus untuk ikan dengan nilai jual tinggi dan membutuhkan kecepatan distribusi, akses udara menjadi salah satu opsi yang dia sebutkan.
Selain infrastruktur darat dan fasilitas penyimpanan, Prabowo juga menyinggung pengadaan kapal perikanan untuk meningkatkan kapasitas produksi nelayan.
Dia menyebut, pemerintah telah memesan sedikitnya 1.500 kapal berukuran di atas 100 gross ton (GT). Pemerintah juga akan menyediakan kapal-kapal dengan ukuran lebih kecil.
Tambah Layar Digital untuk Sekolah
Prabowo menargetkan penambahan hampir 300.000 layar digital pintar untuk sekolah di Indonesia pada 2026. Perangkat tersebut akan digunakan untuk memperluas akses pembelajaran berbasis teknologi, termasuk di pesantren.
Ia mengatakan, pemerintah sebelumnya telah mengirimkan 228 ribu layar pintar digital untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Pemerintah kemudian akan menambah jumlah perangkat tersebut dengan tambahan mendekati 300.000 unit pada 2026.
“Tahun ini kita akan tambah, tambah mungkin mendekati 300.000 lagi,” kata Prabowo.
Prabowo menyebut, pemasangan layar digital tersebut nantinya tidak hanya menyasar sekolah umum, tetapi juga pesantren. Setiap sekolah ditargetkan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi layar digital.
“Tiap sekolah Indonesia termasuk di pesantren-pesantren akan memiliki empat ruang kelas dengan layar digital,” katanya.
Prabowo mengatakan, digitalisasi tersebut ditujukan agar siswa di berbagai daerah memiliki akses terhadap materi pembelajaran dan pengetahuan dari berbagai penjuru dunia.
“Sehingga anak-anak kita akan punya akses terhadap ilmu pengetahuan dari seluruh dunia,” kata dia.
Ancam Cabut Izin Korporasi yang Terlibat Karhutla
Prabowo mengungkap adanya 95 korporasi yang terindikasi melanggar dan ikut bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prabowo mengatakan informasi tersebut berasal dari laporan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Prabowo menegaskan pemerintah akan menindak tegas korporasi yang terbukti terlibat dalam karhutla. Ia bahkan menyatakan siap mencabut izin perusahaan apabila aparat penegak hukum telah mengantongi bukti yang kuat.
“Kapolri melaporkan kepada saya ada 95 korporasi yang indikasinya mereka melanggar, mereka ikut bertanggung jawab atas kebakaran-kebakaran itu,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan telah memberikan instruksi kepada Kapolri untuk terus mengusut dugaan keterlibatan korporasi tersebut. Menurut dia, proses penindakan harus dilakukan berdasarkan bukti yang kuat.
“Saya sudah kasih petunjuk Kapolri, usut terus. Jangan ragu-ragu. Begitu bukti sudah kuat, lapor ke saya, saya akan mencabut semua izin-izin mereka itu,” kata dia..
