Profil Arrmanatha Nasir, Eks Bankir yang Kini Jadi Menteri Luar Negeri

Muhamad Fajar Riyandanu
1 Oktober 2026, 20:15
Menteri Luar Negeri
Youtube/Sekretariat Presiden
Arrmanatha Nasir saat dilantik menjadi menteri luar negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto hari ini menunjuk Arramanatha Nasir menjadi menteri luar negeri (menlu). Diplomat yang akrab disapa Tata itu menduduki posisi tersebut setelah Menlu sebelumnya, Sugiono, dilantik Prabowo menjadi menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan keudayaan (menko PMK).

Diplomat kelahiran Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971 itu telah berkarier di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sejak 1997. Sebelum dipercaya menjadi menlu, ia menjabat sebagai wakil menteri luar negeri sejak Oktober 2024, mendampingi Sugiono bersama dua wamenlu lainnya, Muhammad Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.

Tata pernah mendapat penugasan diplomatik di dalam dan luar negeri, termasuk perundingan perdagangan internasional, hubungan multilateral, serta perwakilan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia juga pernah menjadi juru bicara Kemlu dan duta besar RI untuk Prancis.

Mengawali Karier di Sektor Perbankan

Tata memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi, manajemen bisnis, dan hubungan internasional. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari University of Buckingham, Inggris, pada 1993.

Setahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan magister bidang administrasi bisnis dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) di University of Leicester, Inggris. Tata kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar magister di bidang hubungan internasional.

Sebelum berkarier sebagai diplomat, Tata sempat bekerja di sektor perbankan. Riwayat pengalaman kerja yang tercantum dalam profil LinkedIn-nya mencatat ia pernah berkarier di Bank Dagang Negara Indonesia sebagai financial institutions officer pada 1996–1997. Latar belakang tersebut membuat Tata kerap diberi tugas menangani isu perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan kerja sama multilateral.

Pada 2001–2004, tata bertugas sebagai sekretaris II sekaligus negosiator Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Swiss.

Setelah itu, ia menangani isu perdagangan dan pertanian di Kemlu. Ia kemudian bertugas di Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, AS, pada 2008–2012. Dalam penugasan tersebut, ia menangani isu ekonomi dan pembangunan di forum PBB. Kariernya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi juru bicara Kemlu pada 2014–2019.

Pada 2019, Tata ditunjuk sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh RI untuk Prancis. Penugasan tersebut juga mencakup Andorra dan Monako serta perannya sebagai delegasi tetap RI untuk UNESCO. Ia menjalankan tugas tersebut hingga 2021.

Pada tahun yang sama, Tata mendapat penugasan sebagai wakil tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di New York. Ia juga menjadi wakil tetap RI untuk Otoritas Kawasan Dasar Laut Internasional atau International Seabed Authority (ISA). Pada Juli 2023, ia menyerahkan surat kepercayaan kepada sekretaris jenderal ISA di Kingston, Jamaika.

Arrmanatha kemudian dipercaya menjadi wakil menteri luar negeri dalam pemerintahan Prabowo Subianto sejak Oktober 2024. Selama menjabat, ia terlibat dalam berbagai agenda diplomasi multilateral, termasuk pembahasan isu Palestina dan reformasi sistem multilateral di PBB.

Total Kekayaan Rp 16,2 Miliar

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diterbitkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat total kekayaan Arrmanatha Nasir senilai Rp 16,26 miliar. Laporan tersebut disampaikan pada 31 Maret 2026 untuk periode pelaporan 2025.

Dalam LHKPN itu, harta kekayaan Arrmanatha didominasi aset tanah dan bangunan senilai Rp 11,79 miliar. Aset itu terdiri atas enam bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Jakarta Selatan dan Bogor, Jawa Barat.

Aset tersebut antara lain berupa tanah seluas 788 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp 9,08 miliar serta tanah dan bangunan seluas 50 meter persegi dan 100 meter persegi di Bogor senilai Rp 500 juta. Ia juga memiliki empat bidang tanah lainnya di Bogor.

Selain properti, Tata melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp 1,78 miliar. Aset tersebut terdiri atas mobil Land Rover Defender buatan 2015 senilai Rp 1,78 miliar dan sepeda motor Honda Scoopy Tahun 2014 senilai Rp 5 juta.

Ia juga tercatat punya surat berharga senilai Rp 2,03 miliar, harta bergerak lainnya Rp 166 juta, serta kas dan setara kas Rp 483,99 juta. Dalam laporan itu, Arrmanatha tidak mencantumkan nilai harta lainnya dan tidak melaporkan utang.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...