Kota Kendari hingga Tangerang Punya Kualitas Udara Terbaik Pagi Ini

Ajeng Dwita Ayuningtyas
5 Oktober 2026, 08:16
Kualitas Udara
ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj.
Foto udara kapal fery KMP Bahteramas melintasi Jembatan Teluk Kendari di Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (22/6/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah wilayah Indonesia memiliki kualitas udara baik atau sehat pagi ini, Senin (5/10). Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara di Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi yang paling sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hanya 5.

Menurut KLH, ketika kualitas udara berada tergolong dalam ketagori "baik" sangat tepat dimanfaatkan untuk kegiatan luar ruangan. "Tingkat kualitas udara yang sangat baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan," demikian dikutip dari pernyataan tertulis KLH, Senin (5/10). 

Selain Kendari, kualitas udara di beberapa wilayah lainnya juga tercatat dalam kondisi serupa. Berikut daftarnya:

  1. Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan nilai ISPU 5 (polutan utama PM2,5)
  2. Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, dengan nilai ISPU 8 (polutan utama SO2)
  3. Kota Medan, Sumatra Utara, dengan nilai ISPU 20 (polutan utama SO2, CO)
  4. Kabupaten Tangerang, Banten, dengan nilai ISPU 21 (polutan utama SO2)
  5. Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan nilai ISPU 21 (polutan utama O3)

Sementara itu, sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra masih dikepung asap. Kualitas udara di sana berada di level "tidak sehat" hingga "berbahaya", seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. 

Kualitas udara terburuk pagi ini terpantau berada di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan nilai ISPU tembus 4.031. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan nilai ISPU 1.333 dan di Kota Palembang, Sumatra Selatan, dengan nilai ISPU 1.020.

Mengutip keterangan KLH, kualitas udara berada di level berbahaya dapat merugikan kesehatan secara serius pada populasi dan membutuhkan penanganan yang cepat. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan.

"Kelompok sensitif tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Setiap orang menghindari semua aktivitas di luar ruangan," demikian pernyataan dari kementerian.

Nilai ISPU tergolong "baik" berada dalam rentang 0-50. Artinya, tidak memberi efek negatif bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan di luar ruangan.

Nilai ISPU "sedang" berada pada rentang 51-100, menjadi tanda agar kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru untuk berhati-hati beraktivitas di luar ruangan. 

Sementara itu, nilai ISPU dinyatakan "tidak sehat" bila berada dalam rentang 101-200. Pada level ini, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan.

Nilai ISPU akan mencapai level "sangat tidak sehat" pada rentang 201-300. Di tingkat ini, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan.

Kualitas udara jadi "berbahaya" ketika berada nilai ISPU lebih dari 300. Semua orang diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Sebab, tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang cepat.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...