ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
5 Oktober 2026, 13:58
ISF 2026 akan mempertemukan puluhan pemimpin perusahaan, investor, dan pengambil kebijakan tingkat global pada 6–7 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Forum ini membahas kolaborasi global untuk mendorong pertumbuhan rendah karbon dan mempe
Dok. ISF 2026
ISF 2026 akan mempertemukan puluhan pemimpin perusahaan, investor, dan pengambil kebijakan tingkat global pada 6–7 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Forum ini membahas kolaborasi global untuk mendorong pertumbuhan rendah karbon dan memperkuat ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jakarta – Puluhan pemimpin perusahaan, investor, dan pengambil kebijakan tingkat global akan berkumpul di Jakarta dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026, yang digelar pada 6-7 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. 

Sejumlah tokoh yang akan hadir antara lain Armida Salsiah Alisjahbana, Under-Secretary-General & Executive Secretary UNESCAP; Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi; serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.

Mengusung tema “Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World”, ISF pada tahun keempat ini akan memperdalam ruang kolaborasi bagi pemimpin pemerintahan, dunia usaha, investor, lembaga keuangan, akademisi, dan organisasi internasional.

Pembahasannya mencakup peran pertumbuhan, inovasi, teknologi, dan pembiayaan dalam berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan, tangguh, dan sejahtera.

Melalui ISF 2026, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai simpul penting dalam percakapan global mengenai masa depan pertumbuhan berkelanjutan, dengan mempertemukan gagasan, peluang pembiayaan, teknologi, dan kemitraan untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan.

ISF 2026 berangkat dari ambisi yang dimiliki Indonesia dan banyak negara:  bagaimana menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sekaligus mempercepat  transisi rendah karbon, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan  kualitas hidup masyarakat.  

Tahun ini, ISF 2026 mengangkat fokus “Powering Low-Carbon Growth” pada hari pertama dan “Enabling a Resilient & Liveable Future” pada hari kedua. 

Keduanya menghadirkan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari bagaimana sektor-sektor strategis dapat mendorong pertumbuhan rendah karbon hingga bagaimana berbagai enabler dapat memperkuat fondasi bagi pertumbuhan yang tangguh dan inklusif.

Rachmat Kaimuddin, Ketua Pelaksana ISF 2026, mengatakan, di tengah dinamika global, Indonesia terus melihat peluang untuk memperkuat agenda pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdaya tahan.

“Di tengah perubahan arah dan dinamika global, menjaga konsistensi agenda keberlanjutan menjadi semakin penting. Bagi Indonesia, tantangannya adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendorong transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan,” ujar Rachmat.

Ia melanjutkan, “Kami melihat pertumbuhan hijau perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, membuka peluang baru, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat. Berangkat dari kepentingan nasional justru dapat membuat agenda keberlanjutan lebih relevan, berkelanjutan, dan membuka ruang kolaborasi global.”

Sementara itu, Shinta Kamdani, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Keberlanjutan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, menilai bahwa keberlanjutan semakin menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan dan daya saing dunia usaha. 

“Sustainability semakin menjadi bagian dari bagaimana dunia usaha melihat pertumbuhan, daya saing, dan peluang di masa depan. Bagi perusahaan, transisi ini membuka ruang untuk berinovasi, menciptakan nilai, dan membangun daya saing jangka panjang. ISF 2026 mempertemukan dunia usaha, investor, pemerintah, dan berbagai mitra strategis untuk melihat peluang tersebut dan mendorong kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan resilient,” kata Shinta.

Rachmat menambahkan, ISF 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dan melihat bagaimana agenda keberlanjutan dapat diterjemahkan menjadi peluang untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia. 

“ISF 2026 membuka ruang bagi pemerintah, dunia usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman, melihat tantangan dari berbagai perspektif, dan mengeksplorasi solusi yang dapat diterapkan,” ujar Rachmat.

Ia menambahkan, “Bagi Indonesia, kolaborasi seperti ini penting untuk mendorong inovasi, memperkuat daya saing, dan membangun pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan resilient dalam jangka panjang.”

Mempertemukan Perspektif Indonesia dan Dunia 

ISF 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 pembicara internasional dalam rangkaian sesi plenary dan thematic, yang merepresentasikan pemerintah, organisasi internasional, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan berbagai institusi global.

Sejumlah pembicara dan keynote speakers yang telah dikonfirmasi antara lain: 

  • Anindya Bakrie - Chairman, Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN)
  • Armida Salsiah Alisjahbana - Under-Secretary-General & Executive Secretary, UNESCAP
  • Hashim Djojohadikusumo - Special Envoy of the President of the Republic of Indonesia for Climate & Energy
  • Sigit Puji Santosa - Chief Technology Officer (CTO), Danantara Indonesia
  • Helen Clarkson OBE - CEO, The Climate Group
  • Justin Ma - Head of Transition Finance & Advisory, ASEAN and South Asia, Standard Chartered Bank
  • Allen Tom Abraham - Global Head of Sustainable Materials, BloombergNEF
  • Rachmat Kaimuddin - Managing Director, Development Investment, Danantara Development Management Fund
  • Shinta W. Kamdani - Chairman, Indonesia Employers Association (APINDO)
  • Felipe Carazo - Head of Public Sector Engagement & Head of Alliance Management, Tropical Forest Alliance
  • Tan Sri Michael Yeoh - President, KSI Strategic Institute for Asia Pacific
  • Frederick Teo - CEO, GenZero
  • John Vlukas - President, Lubrizol Engineered Materials
  • Donny Donosepoetro OBE - Cluster CEO, Indonesia & ASEAN Markets, Standard Chartered Bank
  • Mattia Romani - Partner, Systemiq & Grantham Research Institute on  Climate Change and the Environment
  • Joe Phelan - Executive Director, Asia Pacific, World Business Council for Sustainable Development
  • Jeremy Oppenheim - Founding Partner, Systemiq
  • Randi Kristiansen - Executive Director of Energy Transition, GFANZ

Kehadiran para pembicara tersebut mencerminkan cakupan ISF yang semakin luas, dengan perspektif yang datang dari berbagai sektor dan kawasan. Secara keseluruhan, ISF 2026 akan menghadirkan lebih dari 20 sesi dan mempertemukan ribuan peserta dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, think tanks, investor, serta organisasi filantropi.  

Membangun dari Momentum ISF Sebelumnya 

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2023, ISF terus berkembang sebagai platform yang mempertemukan kepala negara/pemerintah, dunia usaha, investor, lembaga internasional, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya

ISF 2023 mencatat lebih dari 2.000 peserta dari lebih dari 40 negara, sementara ISF 2024 dan 2025 masing-masing dihadiri lebih dari 11.000 dan 10.000 peserta, dengan lebih dari 100 pembicara pada masing-masing penyelenggaraan. 

Forum tersebut juga mempertemukan para CEO dan pemimpin bisnis, serta memfasilitasi lebih dari 30 MoU yang berfokus pada berbagai aspek transisi energi. 

Capaian tersebut menjadi fondasi bagi ISF 2026 untuk memperluas ruang kolaborasi dan memperkuat hubungan antara agenda keberlanjutan, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan. 

Dengan pendekatan tersebut, ISF 2026 membuka ruang bagi lebih banyak partnerships, peluang kolaborasi, serta solusi yang dapat dikembangkan dan memberikan dampak dalam jangka panjang.  

ISF 2026 terbuka bagi masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, media, investor, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui situs resmi Indonesia International Sustainability Forum hingga 5 Oktober 20236. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...