Mangkunegaran Gelar Upacara Pernikahan Agung, Ada Pesta Rakyat
Mangkunegaran akan menggelar perhelatan Dhaup Ageng atau upacara pernikahan agung antara G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian pada 3–7 November 2026. Gusti Sura merupakan putri Mangkunegaran sekaligus kakak kandung Pengageng Mangkunegaran K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X.
“Dhaup Ageng pertama-tama merupakan peristiwa keluarga yang menandai babak baru bagi kedua mempelai. Melalui rangkaian tradisi dan kegiatan publik yang telah dipersiapkan, kami berharap masyarakat dapat turut mangayubagya, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kedekatan yang telah lama terjalin antara Mangkunegaran dan Kota Solo,” ujar Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, Kamis (8/10).
Rangkaian acara tersebut digelar untuk menjaga kontinuitas tradisi kebudayaan Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Perhelatan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk mangayubagya atau mengucapkan selamat atas pernikahan kedua mempelai.
Dhaup Ageng ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam tradisi Mangkunegaran. Setiap tata cara, busana, musik, simbol, dan ruang yang digunakan tidak sekadar berfungsi seremonial, tetapi mengandung nilai filosofis serta tata laku yang diharapkan dapat terus dipahami dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Seluruh prosesi adat diselenggarakan di lingkungan Pura Mangkunegaran, Surakarta, dengan puncak resepsi pada 6 dan 7 November 2026 di Pendapa Ageng. Sebagai bentuk keterlibatan publik, Mangkunegaran juga menyiapkan Pesta Rakyat pada 6–8 November 2026 di kawasan Pamedan.
Salah satu kegiatan dalam pesta rakyat yakni pemutaran film ramah anak bersama komunitas sinema. Panitia secara khusus mengundang 200 anak dari yayasan yatim piatu untuk mengikuti agenda tersebut. Informasi detail mengenai program, jadwal, dan akses masyarakat akan disampaikan secara berkala melalui saluran resmi Mangkunegaran.
Melalui Dhaup Ageng 2026, Mangkunegaran diharapkan dapat menghadirkan tradisi sebagai warisan budaya hidup yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga istana, abdi dalem, seniman, hingga perajin, sekaligus memberi ruang bagi warga Surakarta untuk menyambut dan merasakan langsung kehangatan perhelatan tersebut.
