Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Sasar 50 Juta Penerima
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengatakan pemerintah akan meluncurkan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital pada 10 November 2026. Program tersebut akan diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak untuk mendapatkan bantuan sosial. Jadi pemerintah nanti akan memberikan dalam bentuk cash transfer, pada ujungnya kami tidak lagi memberikan subsidi berupa produk lagi,” kata Ketua DEN Luhut Binsar pandjaitan saat konferensi pers di Istana Merdeka, Selasa (20/10).
DEN menyebut Perlinsos Digital ini masuk dalam salah satu topik yang dibahas bersama pemerintah dalam rapat terbatas sore ini.
Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat mengatakan pemerintah telah melakukan uji coba Perlinsos Digital di 514 kabupaten/kota. Per hari ini ada 11,5 juta KK yang terdaftar dalam program digitalisasi perlinsos.
“Ada 775 ribu agen Perlinsos akhirnya membantu pendaftaran warga-warga yang membutuhkan bantuan sosial. Jika dilihat data hariannya, sudah lebih dari 600 ribu orang yang mendaftar di portal perlinsos per hari,” ujar Firman.
Dalam rapat tersebut DEN juga turut memaparkan hasil studi uji coba Perlinsos Digital di Bali. Menurut laporannya dengan adanya Perlinsos Digital maka angka exclusion error itu bisa turun sebesar 24,1% dan inclusion error turun dari 4,1%.
“Jadi artinya digitalisasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran,” ucapnya.
Sasar 50 Juta Penduduk
DEN menyatakan sedang memperbaiki akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebab, statistik tersebut akan menjadi acuan dalam penyaluran perlindungan sosial (perlinsos) via sistem digital tahun depan.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perbaikan tersebut dilakukan oleh Anggota DEN Arief Anshory Yusuf dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti. Adapun perbaikan DTSEN akan dibantu oleh akal imitasi atau AI buatan dalam negeri.
"Sekarang AI telah masuk dalam perbaikan data. Sistem digital ini dibangun oleh putra-putri Indonesia," kata Luhut di kantornya, Kamis (10/9).
Luhut mengatakan perbaikan data penting lantaran jumlah penerima bantuan melalui sistem digital tersebut diperkirakan mencapai 50 juta orang. Seluruh sasaran perlinsos berasal dari desil 1-5 menurut DTSEN.
Dengan kata lain, penerima bantuan ini akan ditujukan bagi kelompok rumah tangga sangat miskin hingga menengah bawah atau pas-pasan. Adapun Luhut memperkirakan jumlah penerima bansos pada tahun depan dapat lebih dari 50 juta pasca perbaikan data.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan sistem tersebut dirancang untuk melayani 50 juta pengguna. Karena itu, salah satu perhatian dalam penggunaan sistem tersebut adalah kemandirian pengelolaan data pribadi.
Selain itu, Meutya memproyeksi sistem tersebut dapat diakses oleh seluruh pengguna dalam waktu yang sama. Maka dari itu, pihaknya sedang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara dalam melakukan uji ketahanan, uji beban, dan data waktu penggunaan oleh penerima manfaat bansos terhadap sistem tersebut.
Seluruh uji coba tersebut akan dilakukan selama periode uji coba yang dilakukan di 215 kabupaten/kota saat ini. Terkait kesalahan data, Meutya mengatakan sistem tersebut telah dilengkapi mekanisme sanggah jika ada penerima manfaat yang masih belum menerima bansos karena data DTSEN.
"Mudah-mudahan data yang digunakan oleh sistem ini sudah jauh lebih siap pada Oktober 2026," kata Meutya.
