Disorot seusai Hadiri Deklarasi Sumpah Pemuda, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad

Ajeng Dwita Ayuningtyas
31 Oktober 2026, 15:15
Raffi Ahmad
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt.
Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, akhirnya buka suara setelah menuai sorotan atas kehadirannya di "Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia", Kamis (29/10) lalu. Raffi mengaku hadir hanya sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan acara.

Hal tersebut diungkap Raffi melalui unggahan di Instagram pribadinya, sehari setelah acara. “Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara,” tulis Raffi, dikutip pada Sabtu (31/10).

Dia mengaku tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, juga tidak mengetahui detil susunan acara sekaligus pihak-pihak yang hadir. Sosok di balik gurita bisnis RANS itu juga menjelaskan bahwa dirinya tidak ikut campur soal kemunculan salah satu merek di kegiatan tersebut. 

“Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya,” ujar Raffi. Ini merujuk pada salah satu merek air minum kemasan di Tanah Air.

Raffi juga mengatakan, dirinya menghormati massa aksi yang menyampaikan aspirasi saat momentum Hari Sumpah Pemuda, persis sehari sebelum deklarasi itu digelar.“Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting,” ujarnya. 

Selain Raffi, influencer Willie Salim juga muncul di acara yang sama hingga menyedot perhatian. Konten kreator yang banyak dikenal dengan konten "bagi-bagi" itu pun sudah menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Penjelasannya serupa: hadir hanya sebagai undangan.

“Saya hadir karena mendapatkan undangan. Saya tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apapun,” tulis Willie. 

Dia menjelaskan, kehadirannya bertujuan memberi dukungan kepada masyarakat yang menyuarakan pendapatnya. “Namun, saya menyadari bahwa saya seharusnya lebih teliti dalam memahami keseluruhan kontes kegiatan yang saya hadiri,” ujarnya. 

“Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf atas kurangnya ketelitian saya dan kekecewaan yang timbul dari kehadiran saya,” kata Willie. 

Beda Perlakuan Polisi terhadap 2 Aksi di Bundaran HI

Raffi dan Willie ramai disorot seusai terlihat menghadiri acara "Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia" yang digelar Kepolisian Daerah Metro Jaya di Bundaran HI, sehari setelah aksi mahasiswa dan masyarakat sipil dilakukan di tempat yang sama.

Mengutip Antara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, acara dengan tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia" itu bukan hanya acara seremonial.

"Tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya. Acara deklarasi itu bahkan dilengkapi dengan panggung dan band Polri.

Publik pun menyoroti perlakuan berbeda kepolisian pada dua aksi yang hanya berselang sehari itu. Komite Selamatkan Daulat Rakyat atau Komite Sadar dalam aksi #IndonesiaSadar 28 Oktober mencatat total peserta aksi di Bundaran HI mencapai 4.000 orang. Namun, sejak siang hingga sore hari, baru sekitar setengahnya yang berkumpul.

Perwakilan Komite Sadar, Nur Maajid Taufiqurrahman mengatakan, kepolisian telah mengadang pihaknya di beberapa titik, seperti di Depan Gedung UOB dan di Jalan Medan Merdeka. Maajid menyebut pihaknya tidak mengetahui alasan pencegatan tersebut lantaran peserta aksi menuju Bundaran HI dengan damai.

"Upaya-upaya pencegatannya ada yang persuasif, ada juga yang kemudian mengandung tindakan kekerasan. Ini juga masih didata aksi pencegatan hingga saat ini," kata Maajid di Bundaran HI, Rabu (28/10).

Sorotan publik terhadap deklarasi yang dihadiri Raffi dan Willie juga mengarah pada partisipan yang tidak jelas asal-usulnya. Ramai beredar video salah satu partisipan deklarasi kebingungan ketika ditanya soal asal kampusnya, meski dia mengenakan jaket almamater Universitas Dian Nusantara. 

Tak berselang lama, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Dian Nusantara menegaskan bahwa orang yang bersangkutan bukan bagian dari kampus mereka. “Atribut almamater Universitas Dian Nusantara yang ia kenakan diberikan oleh pihak penyelenggara acara tersebut,” demikian dikutip dari unggahan akun @BEM_undira.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...