Viral Video 'Ndasmu Etik', Jubir Prabowo Berikan Klarifikasi

Dini Pramita
16 Desember 2023, 17:25
Capres nomor urut dua Prabowo Subianto menyampaikan visi misinya dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Debat perdana tersebut mengangkat topik pemerintahan, hukum HAM, pemberantasan korupsi, penguatan de
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/YU
Capres nomor urut dua Prabowo Subianto menyampaikan visi misinya dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Debat perdana tersebut mengangkat topik pemerintahan, hukum HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, serta peninngkatan layanan publik dan kerukunan warga.

Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengklarifikasi video Prabowo yang viral di media sosial. Menurut Dahnil, Prabowo hanya bercanda ketika mengucapkan, "Ndasmu etik."

Dahnil mengatakan tak ada unsur keseriusan sama sekali dalam pernyataan tersebut. "Pak Prabowo senang bercanda, itu bercandaan ke kader-kader Gerindra. Seribu persen bercanda," kata dia, Sabtu (16/12).

Menurut Dahnil hubungan Prabowo dengan dua calon presiden lainnya yaitu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sangat baik. Ia menyebutkan tiga bulan salah satu jubir Anies Baswedan mengatakan Anies dan Gibran akan jadi pasangan yang cocok. "Bahkan, jubir tersebut mengatakan Gibran cocok untuk menjadi wapres Anies selama dua periode," kata Dahnil menirukan.

Dengan Ganjar, kata Dahnil, sejak awal Puan Maharani membuka kemungkinan Gibran menjadi wakil Ganjar. Ia menegaskan dari berbagai hal ini menunjukkan hubungan antara Prabowo dengan Anies ataupun Ganjar, baik-baik saja.

Pernyataan Prabowo dalam rakornas internal Partai Gerindra viral di media sosial. Dalam video itu, Prabowo menirukan pertanyaan yang diajukan kepada dirinya terkait etik. "Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik? Etik, etik, ndasmu etik," kata Prabowo.

Sebelumnya, dalam debat perdana capres yang diadakan pada Selasa (12/12), capres nomor urut 1 Anies Baswedan mengajukan pertanyaan terkait putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang memutuskan putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 bermasalah secara etik. Padahal, putusan itu yang memuluskan jalan Gibran Rakabuming Putra, putra sulung Presiden Joko Widodo, melenggang ke pilpres menjadi wakil Prabowo.

Pernyataan Prabowo mengundang komentar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Ia mengatakan pernyataan yang dilontarkan Prabowo tidak tepat. Sebab, menurut Hasto, sebagai calon presiden, etika harus dikedepankan.

Ia mengatakan apabila seorang calon presiden meremehkan etika, sia-sia Komisi Pemilihan Umum menggelar debat jika tak ada prinsip-prinsip etika yang dipegang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...