Tanaman Memasuki Usia Produktif, Produksi CPO Diproyeksi Naik 10%
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada 2018 naik hingga 10% menjadi sekitar 42 juta ton. Alasannya, banyak tanaman kelapa sawit saat ini sedang dalam usia produktif ditambah faktor iklim serta cuaca yang mulai membaik.
Sekretaris Jenderal Gapki Togar Sitanggang mengungkapkan pada 2017, realisasi produksi CPO tercatat sebesar 38,17 juta ton serta Palm Kernel Oil (PKO) sebesar 3,05 juta ton. Sehingga secara keseluruhan total produksi minyak sawit Indonesia sepanjang 2017 yakni sekitar 41,98 juta ton.
Angka tersebut naik 18% bandingkan dengan total produksi minyak sawit tahun sebelumnya sebesar 35,57 juta ton, dimana produksi CPO menyumbang sekitar 32,52 juta ton, sementara produksi PKO stagnan di level 3,05 juta ton.
Melihat kondisi demikian, Togar menilai kinerja industri minyak sawit sudah lebih baik dibanding tahun sebelumnya, dimana produksi meningkat cukup signifikan.
Menurutnya, industri kelapa sawit Indonesia saat ini tengah diuntungkan dengan rata-rata usia tanaman berada di rentang usia produktif. Sehingga, produksi diperkirakan bakal terus meningkat pada 2018.
Sementara itu siklus La Nina dan El Nino terjadi selama 4 tahun sekali. Dengan begitu dia berharap siklusnya bakal tetap baik sejak 2015 hingga 2019. “ Namun kondisi cuaca agaknya bakal lebih berat pada 2019, sehingga kita harus lebih siap,” ujar Togar di Jakarta, Selasa (30/1).
Meski begitu, ia menekankan bahwasanya tanaman sawit butuh kadar air sebanyak 2.400 milimeter per tahun. Sehingga, dengan curah hujan yang tepat seharusnya bisa berdampak pada tercapainya target peningkatan produksi.
Selain itu, peningkatan produktifitas juga akan dicapai melalui program kemitraan dengan petani sawit swadaya untuk penanaman ulang.
