William Tanuwijaya: Indonesia Kekuatan Ekonomi Digital Terbesar ASEAN

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mampu melahirkan produk internet dengan kualitas kelas dunia, seperti Tokopedia, Go-jek, dan Traveloka.

Ilustrasi digital
123rf

Pada 2015, Presiden Joko Widodo menegaskan visinya bahwa pada 2020 Indonesia harus menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Ketika itu, dia sedang memimpin delegasi Indonesia ke Silicon Valley di Amerika Serikat.

Bersama Menteri Komunikasi dan Informatika dan Kabinet Kerja, Tokopedia dan empat perusahaan rintisan teknologi Indonesia lainnya turut serta. Itu adalah kali pertama saya berangkat ke Amerika Serikat untuk melihat langsung dan belajar dari perusahaan teknologi global dunia di Silicon Valley.

Dua tahun kemudian, tiga dari lima perusahaan rintisan Indonesia yang berangkat menjelma menjadi unicorn, sebuah perusahaan yang bervaluasi lebih dari US$ 1 miliar (Rp 14 triliun). Tokopedia merupakan perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan suntikan dana US$ 100 juta dari Sequoia Capital dan SoftBank.

Sequoia Capital adalah pemodal ventura di balik keberhasilan Google dan Apple, saat bisnis tersebut masih merupakan usaha yang dibangun di garasi. Sementara SoftBank adalah pemodal di balik keberhasilan Alibaba.

Kucuran dana investor global ke Indonesia ini menunjukkan kepercayaan global bahwa Indonesia tidak hanya sebagai pasar. Negara ini mampu menjadi pemain global di industri teknologi. Sebelumnya, mereka selalu fokus mengucurkan modal ke Amerika Serikat, Cina, dan India.

Pada dekade sebelumnya, pengguna internet di Indonesia harus puas hanya menggunakan produk buatan luar negeri. Kini, dengan kucuran investasi besar ke homegrown local entrepreneur dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mampu melahirkan produk internet dengan kualitas kelas dunia, seperti Tokopedia, Go-jek, dan Traveloka.

Industri teknologi dalam negeri telah menjadi primadona. Hal ini mendorong tumbuhnya sumber daya manusia (SDM) yang sangat diperlukan dalam Revolusi Industri 4.0. Miliaran dolar yang diinvestasikan membuat perusahaan teknologi Indonesia berlomba-lomba membangun SDM unggul. Karena itu adalah aset terbesar dalam perusahaan teknologi.

Diaspora Indonesia yang tadinya bekerja di perusahaan global berbondong-bondong pulang. Mereka adalah para lulusan terbaik dari universitas dalam maupun luar negeri. Para putra-putri terbaik bangsa yang tadinya bekerja di perusahaan multinasional memilih membangun produk internet global bersama perusahaan teknologi asal Indonesia. Contohnya, Tokopedia menerima lebih dari satu juta pelamar kerja dalam kurun waktu setahun terakhir.

Menuju Indonesia Maju

Tokopedia genap 10 tahun pada 17 Agustus 2019, dan pada satu dasawarsa ini berfokus menjadi perusahaan teknologi yang membantu masyarakat membangun bisnis e-commerce. Dalam model bisnisnya, Tokopedia tidak memiliki produk dan menjual produk secara langsung. Semua produk yang dijual dan dibeli adalah milik penjual yang bergabung dengan Tokopedia.

Maka, untuk 10 tahun berikutnya, Tokopedia ingin berfokus menjadi perusahaan teknologi yang membantu masyarakat Indonesia menjadi perusahaan teknologi. Apakah arti semangat ini?

Tokopedia akan membangun pemerataan ekonomi secara digital. Sehingga, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya secara online atau e-commerce karena aktivitas ekonomi terbesar justru dilakukan secara offline.

Namun bukan berarti bisnis offline saat ini tidak dapat dijangkau oleh teknologi, contohnya toko-toko kelontong dan warung-warung tradisional. Mereka pada akhirnya harus siap bersaing dengan toko-toko retail modern dan toko-toko online.

mitra tokopedia
Mitra Tokopedia (Foto: Tokopedia)
 

Agar bisa bersaing dan relevan terhadap masyarakat, toko-toko kelontong dan warung-warung tradisional harus menggunakan teknologi. Tidak berarti mereka harus pindah menjadi e-commerce. Namun dengan teknologi, mereka bisa melakukan sourcing produk yang jauh lebih efisien.

Tak cuma itu, lewat supply chain yang jauh lebih efektif, mereka bisa mendapatkan margin yang lebih tinggi sekaligus memberikan harga yang lebih murah kepada pelanggan. Akses keuangan finansial akan lebih terbuka. Sehingga, mereka dapat mengembangkan skala bisnis lebih cepat dengan model teknologi keuangan finansial yang inklusif.

Teknologi berubah dan berkembang begitu pesat. Listrik misalnya. Teknologi ini sudah menjadi sebuah kebutuhan mendasar dalam hidup masyarakat Indonesia. Kita tidak lagi mendengar ada orang yang kehilangan bisnis atau pekerjaan karena listrik.

Namun kita masih mendengar keluhan bahwa internet menjadi ancaman mereka kehilangan bisnis atau pekerjaan. Beberapa tahun dari sekarang, internet akan menjadi seperti listrik, sebuah kebutuhan mendasar dalam hidup masyarakat Indonesia.

Bisnis tidak lagi membedakan offline dengan online. Karena setiap bisnis harus memiliki strategi offline dan online. Demikian juga jargon teknologi terkini, seperti artificial intelligence, satu hari nanti menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia yang tidak terpisahkan.

Saat ini, para petani dan nelayan Indonesia juga menjadi mata rantai piramida paling bawah. Biasanya mereka mendapatkan margin paling kecil dari rantai distribusi yang tidak efisien. Nilai ekonomi dari agribisnis di Indonesia justru dinikmati oleh para tengkulak dan pihak penengah. Padahal mereka tidak memberikan banyak nilai tambah.

Teknologi merupakan harapan untuk pemerataan, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Selain itu, anak-anak petani dan nelayan umumnya tidak mau mengikuti jejak orang tuanya. Hal ini sangat berbahaya. Alam Indonesia sangat kaya. Negara kita yang berada di lintang khatulistiwa dengan dua musim sangat ramah terhadap agribisnis. Keuntungan ini harus kita maksimalkan.

Sentuhan teknologi adalah kunci untuk membawa petani dan nelayan Indonesia keluar dari lingkaran setan ini. Teknologi merupakan harapan untuk pemerataan, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Desember 2018, Tokopedia kembali mendapatkan suntikan dana. Nilainya US$ 1,1 miliar lewat babak investasi yang dipimpin SoftBank Vision Fund. Saat memulai Tokopedia 10 tahun lalu, kami ibarat melihat siluet pucuk gunung dari kejauhan. Kami pun berjanji satu hari nanti ingin mendaki hingga ke pucuk gunung tersebut.

Bersama segenap tim Tokopedia, ekspedisi itu kami jalani tanpa lelah. Hari ini, kami berhasil sampai ke dasar gunung tersebut. Bahkan menyentuh gunungnya. Kini, kami memiliki peralatan yang cukup untuk memulai pendakian.

Lewat modal tambahan itu, Tokopedia akan terus berfokus pada pengembangan SDM guna membangun inovasi. Kami ingin menjadi mitra teknologi untuk warung tradisional, toko kelontong, petani, nelayan, dan profesi lainnya yang belum tersentuh teknologi. Ini akan menjadi fokus Tokopedia 10 tahun ke depan.

Mereka adalah para pejuang dan tulang punggung ekonomi Indonesia yang tidak boleh punah karena perkembangan zaman. Pada saatnya, anak petani dan nelayan tetap meneruskan usaha orang tuanya, dan berubah menjadi petani dan nelayan berbasis teknologi. Saat itulah, cita-cita kami sudah satu langkah mendekati kenyataan dalam mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital.

Tidak lama lagi Indonesia genap berusia 100 tahun, Indonesia emas. Saat itu, kita diprediksi menjadi kekuatan ekonomi keempat atau kelima terbesar di dunia. Industri teknologi dalam negeri harus terus dikembangkan secara praktis dan tepat agar menjadi motor utama dan harapan terbesar kita. Ini akan membawa Indonesia melompat, dari negara berkembang menjadi negara maju.

Pendiri dan CEO Tokopedia. Dinobatkan World Economic Forum tahun 2016 sebagai salah seorang dari 15 pemimpin muda berpengaruh di Asia Pasifik. Visinya mengembangkan usaha digital untuk pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.