Kominfo: Berkat Piala Dunia 2022, Warga Ramai Beralih ke TV Digital

Lenny Septiani
17 Januari 2023, 10:59
tv digital, tv analog, piala dunia 2022, kominfo
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj.
Pedagang menawarkan Set Top Box untuk siaran televisi digital kepada calon pembeli di kawasan Cikapundung Electronic Center, Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/11/2022).

Kominfo atau Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan bahwa Piala Dunia 2022 membuat orang ramai-ramai beralih dari TV Analog ke TV digital. Hal ini terlihat dari data Nielsen.

Peralihan dari TV analog ke TV digital alias Analog Switch Off (ASO) dimulai di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 3 November 2022. Sebelum pelaksanaan ini, Nielsen mencatat bahwa 58 juta keluarga belum memiliki TV digital.

Kini, lebih dari 45 juta memiliki TV digital. “TVR (TV rating) sebelum ASO 10,6. Saat final Piala Dunia 2022 12,2, dan sekarang TVR 10,5,” kata Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Geryantika Kurnia kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (14/1).

Jumlah penonton sebelum migrasi dari TV analog ke TV digital sekitar 6,2 juta. Saat final Piala Dunia 2022, 5,5 juta keluarga menonton televisi meski harus beralih ke TV digital.

“Komposisi urutan rating TV pada saat ini sudah relatif kembali normal,” katanya.

Berdasarkan survei Nielsen di 11 kota besar selama 1 - 15 Januari, rata-rata penetrasi TV digital 79%. Surakarta bahkan mendekati normal tertinggi yakni 90%.

Kota yang disurvei di antaranya Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, dan Surakarta.

“Secara prinsip, ASO secara nasional, masyarakat sudah siap beralih ke TV digital,” ujar Gery.

Namun, pemerintah masih mempertimbangkan pendistribusian set top box bagi warga miskin. “Tersisa kurang lebih sekitar 4 juta set top box dari swasta yang belum didistribusikan kepada masyarakat miskin,” kata dia.

Ia mencatat, lembaga penyiaran televisi baru menyalurkan set top box 5,7% dari target. “Dan cenderung stagnan,” ujarnya.

Hal itu kemudian mengambat pelaksanaan migrasi dari TV analog ke TV digital. “Perlu komitmen kuat penyelenggara MUX untuk mempercepat distribusi set top box kepada keluarga miskin,” kata Gery.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait