Kasus Covid-19 Turun, Investasi ke Startup Kesehatan Anjlok

Investasi ke startup kesehatan turun 57% tahun lalu. Bahkan pendanaan pada kuartal IV 2022 menjadi yang terendah dalam lima tahun. Di Indonesia, hanya empat yang meraih dana segar.
Desy Setyowati
25 Januari 2023, 11:08
startup, startup kesehatan
Kaspersky
Ilustrasi telemedicine

Investasi ke startup kesehatan US$ 25,9 miliar pada 2022 atau anjlok 57% dibandingkan 2021 atau year on year (yoy). Di Indonesia, setidaknya ada empat perusahaan rintisan di sektor ini yang meraih pendanaan tahun lalu.

Pendanaan ke startup kesehatan US$ 3,4 miliar pada kuartal IV 2022. “Ini terendah dalam lima tahun terakhir,” demikian isi laporan CB Insights, Rabu (25/1).

Dari sisi jumlah kesepakatan investasi juga turun 33% yoy.

Startup kesehatan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menyumbang 68% dari total pada 2022. Nilainya US$ 17,7 miliar atau turun 56% yoy.

Jumlah startup kesehatan AS yang memperoleh pendanaan juga turun 26% yoy. Jumlahnya merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Perusahaan rintisan AS yang memperoleh dana segar paling besar pada kuartal IV 2022 yakni DispatchHealth, Komodo Health, dan Neumora, yang meraih lebih dari US$ 100 juta.

Rincian terkait startup kesehatan secara global pada 2022, sebagai berikut:

1. Startup kesehatan yang melakukan exit strategy turun 55% yoy menjadi 323, yakni:

  • Merger dan akuisisi turun 50% yoy menjadi 305 atau level terendah lima tahun
  • IPO turun 83%
  • IPO melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus alias SPAC turun 78%

2. Kuartal IV 2022 menjadi kuartal pertama tanpa kelahiran unicorn kesehatan sejak 2018. Unicorn merupakan sebutan bagi startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar.

3. Sebanyak 21 unicorn kesehatan lahir selama kuartal I – III 2022 atau yang terbanyak kedua dalam lima lima tahun terakhir

Di Indonesia, setidaknya ada empatstartup kesehatan yang meraih pendanaan tahun lalu, yaitu:

  1. Startup kesehatan mental yang berbasis di Singapura dan Indonesia, Ami menutup putaran pendanaan awal US$ 3 juta atau Rp 43 miliar, termasuk dari induk Facebook, Meta pada Mei 2022
  2. Diri Care meraih Rp 63,8 miliar pada Agustus 2022. Investornya yakni East Ventures, Sequoia Capital India, Southeast Asia's Surge, Henry Hendrawan.
  3. Youvit memperoleh US$ 6 juta atau sekitar Rp 93,6 miliar pada Oktober 2022. Penanam modalnya yaitu Unilever dan konglomerat asal India Wipro Consumer Care & Lighting.
  4. Fita memperoleh Rp 30 miliar dari Indico pada Desember 2022

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait