Kalimantan Timur Siap Beralih ke TV Digital

TV Digital meningkatkan kualitas tayangan menjadi lebih baik
Image title
Oleh Dicky Christanto W.D - Tim Publikasi Katadata
30 November 2021, 07:21
Pentura Kaltim
Katadata
Para penari Topi Seraung dalam Pertunjukan virtual kesenian rakyat Kalimantan Timur di Studio TVRI Kalimantan Timur, Kamis, (25/11/2021). (Tim Komunikasi Publik dan Edukasi Migrasi TV Digital/Adiyanti Firdausi)

Indonesia sedang menata infrastruktur digital. Salah satu langkah awal penataannya dengan melakukan peralihan sistem penyiaran TV Analog ke TV Digital atau yang disebut Analog Switch Off (ASO).

Gambaran penting migrasi TV digital terlihat dari berbagai manfaat yang didapatkan. TV Digital meningkatkan kualitas tayangan menjadi lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya, serta beragam programnya. Semua manfaat itu gratis. Masyarakat tidak perlu membayar bulanan atau membeli pulsa untuk menikmatinya karena bukan streaming internet.

Berbagai pemangku kepentingan bidang penyiaran juga merasakan manfaatnya. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti dalam Sosialisasi Daring Migrasi TV Digital, Kamis, (9/9/2021). Manfaatnya yaitu efisiensi penggunaan spektrum frekuensi, efisiensi infrastruktur industri penyiaran, peningkatan kualitas penyiaran, mempertahankan diversity of ownership, mendukung diversity of content dan menumbuhkan industri konten.

“Selain itu, mendapatkan digital dividend yang nantinya dapat digunakan kepentingan pengembangan infrastruktur broadband dan kebencanaan, serta membawa Indonesia menuju persaingan dunia penyiaran secara global,” ujar Niken.

Kementerian Kominfo telah merancang proses peralihan menuju TV Digital menjadi tiga tahap. Rancangan ini mempertimbangkan rujukan standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU), misalnya kondisi geografis, luas wilayah, keterbatasan frekuensi radio dan kemampuan teknologi siaran digital.

Provinsi Kalimantan Timur masuk tahap pertama penghentian siaran TV Analog dilakukan pada 30 April 2022 yaitu pada wilayah siaran Kalimantan-1 (Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan), dan Kalimantan-2 (Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan).

Dukungan dari Berbagai Pihak

Peralihan ke TV Digital juga mendapat dukungan dari para pemimpin daerah, salah satunya adalah Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang membawa kemajuan bagi masyarakat,” ujar Hadi.

Senada dengan Hadi, Kepala Dinas Kominfo Kalimantan Timur Muhammad Faisal optimis dengan kesiapan masyarakat menghadapi migrasi siaran digital.

“Masyarakat sudah siap, terutama yang lokal. 8 dari 10 TV lokal sudah bermigrasi dan hanya tinggal menunggu detik-detik berakhirnya TV analog.”

Terkait dengan kesiapan infrastruktur, Ketua KPID Kalimantan Timur Akbar Ciptanto mengatakan dari 6 penyelenggara MUX di Kalimantan Timur semuanya sudah aktif dan sudah ada 26 channel TV yang sudah bersiaran secara digital.

Ayo Beralih ke TV Digital

Masyarakat perlu mengecek apakah televisi di rumah sudah siap digital atau belum. Kalau sudah siap digital (dilengkapi tuner standar DVBT2) cukup pindai ulang. Apabila TV anda masih analog atau tabung, tidak perlu mengganti antena UHF lama dan cukup dengan menambahkan Set Top Box (STB).

Bagi rumah tangga miskin, pemerintah menyediakan bantuan STB.

“Kita akan koordinasi dengan Kementerian Sosial. Masyarakat penerima BLT dan punya TV yang akan diberikan bantuan STB,” demikian disampaikan Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail.

Bagi masyarakat yang mampu tentu didorong untuk segera beralih. Pemerintah terus mempermudah migrasi TV Digital dengan mendorong ketersediaan STB. Produksi STB dibuat masif sehingga harga STB semakin terjangkau. Masyarakat bisa mendapatkannya melalui toko elektronik sekitar tempat tinggal atau di toko online atau marketplace.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait