Shopee Gandeng Ekraf Dorong Literasi dan Perlindungan Hak Cipta Buku Lokal Asli
Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, Shopee Indonesia kembali menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan Festival Penulis Lokal 2026. Program ini menawarkan ratusan buku karya penulis lokal terkurasi dengan promo diskon hingga 50% dan ekstra voucher sampai Rp20.000 pada 5–24 Mei 2026 di kanal Festival Penulis Lokal di laman Shopee Pilih Lokal.
Kolaborasi tersebut menjadi upaya Shopee untuk mempromosikan, melindungi, dan mendukung Hak Kekayaan Intelektual (HKI) penulis lokal sekaligus mendorong minat baca masyarakat terhadap buku asli karya anak bangsa.
Festival Penulis Lokal sebelumnya sukses digelar pada 2025 dengan menarik jutaan pembaca dan mencatat penjualan ribuan buku lokal selama periode kampanye. Tahun ini, Shopee kembali menggandeng ratusan penerbit dan penulis lokal untuk menghadirkan ribuan koleksi buku asli yang telah dikurasi, mulai dari kategori pengembangan diri, novel populer, buku terbaru, hingga buku anak dan edukasi.
Melalui program tersebut, Shopee berharap akses masyarakat terhadap buku lokal semakin luas sekaligus mampu menghidupkan kembali ekosistem literasi nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya mengapresiasi inisiatif Shopee dalam mendukung dan melindungi HKI penulis lokal.
“Memasuki tahun kedua Festival Penulis Lokal diselenggarakan, kami sangat senang dapat kembali berkolaborasi dengan Shopee untuk menghadirkan inisiatif yang dapat mendukung penulis lokal, termasuk menghadirkan ruang promosi bagi penulis lokal, hingga upaya perlindungan terhadap karya asli mereka dan pemberantasan buku bajakan," ungkapnya.
Lebih lanjut, ujar Riefky, hal tersebut sejalan dengan komitmen EKRAF dalam memperkuat ekosistem penerbitan nasional dengan mendukung penulis, penerbit, dan komunitas literasi, sekaligus mendorong subsektor penerbitan sebagai bagian dari mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita, mengatakan antusiasme pengguna pada festival tahun lalu menjadi alasan perusahaan kembali menghadirkan program serupa pada 2026.
“Kami melihat antusiasme pengguna yang luar biasa dalam Festival Penulis Lokal tahun lalu. Untuk itu, tahun ini kami menghadirkan kembali Festival Penulis Lokal untuk terus mempromosikan, mendukung, dan melindungi kekayaan intelektual para penulis lokal," ulas dia.
Menurutnya, sebagai platform berbasis user-generated content, Shopee juga terus memperkuat proses pengecekan buku pada platformnya. Baik secara manual yang didukung tim terdedikasi, maupun secara otomatis menggunakan teknologi machine learning.
"Kami juga langsung menghapus produk yang terbukti melanggar aturan dan memberikan sanksi yang lebih berat bagi pelanggar. Di tahun 2025 sendiri, Shopee telah menghapus ratusan ribu buku yang terbukti melanggar Hak Cipta,” paparnya.
Shopee juga memperkuat perlindungan karya penulis melalui Shopee Brand IP Portal, sebuah platform yang memungkinkan pemilik merek, termasuk penulis, mendaftarkan hak cipta sekaligus melaporkan produk yang terindikasi bajakan. Pada 2025, seluruh laporan pelanggaran yang terbukti valid disebut telah ditindaklanjuti dalam waktu maksimal tiga hari kerja.
Selama Festival Penulis Lokal berlangsung, pengguna dapat membeli berbagai koleksi buku pilihan dengan promo diskon hingga 50% dan ekstra voucher sampai Rp20.000. Sejumlah judul yang ditawarkan antara lain novel pengembangan diri Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya Andreas Kurniawan serta novel fiksi populer Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu.
Selain itu, tersedia pula promo Serba Rp17 ribu untuk berbagai novel populer karya penulis lokal. Informasi lengkap mengenai Festival Penulis Lokal dapat diakses melalui https://shopee.co.id/m/Festival-Penulis-Lokal.
