Belanja Online saat Sahur Melonjak 79%, OVO Ungkap Datanya

Rahayu Subekti
10 Maret 2026, 13:54
Belanja online saat ramadan, ovo, sahur
OVO
OVO
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bulan suci Ramadan tidak hanya mengubah ritme ibadah dan pola makan masyarakat, tetapi juga menggeser pola aktivitas digital. Belanja online tercatat melonjak pada waktu sahur.

Berdasarkan analisis data transaksi pengguna OVO hingga pertengahan Ramadan tahun ini, transaksi pada waktu sahur, sekitar pukul 03.00–05.00, meningkat hingga 79% dibandingkan periode di luar Ramadan. Lonjakan ini menunjukkan bahwa waktu sahur kini tidak hanya dimanfaatkan untuk makan sebelum berpuasa, tetapi juga menjadi momen masyarakat menyelesaikan berbagai kebutuhan digital.

Tren tersebut juga bukan fenomena sesaat. OVO mencatat pola yang sama pada Ramadan tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas digital di waktu sahur semakin menjadi kebiasaan baru.

Sahur secara perlahan berubah menjadi 'prime time' baru bagi sebagian masyarakat untuk berbelanja, membayar tagihan hingga menikmati hiburan digital sebelum memulai aktivitas harian.

Dari sisi jenis transaksi, peningkatan paling menonjol terlihat pada aktivitas belanja online. Secara keseluruhan, transaksi online pada waktu sahur meningkat hingga 76%. Aktivitas belanja di platform e-commerce bahkan tercatat tumbuh dua kali lipat dibandingkan periode di luar Ramadan.

Kebutuhan digital yang bersifat praktis juga banyak diselesaikan pada waktu dini hari. Pembelian pulsa dan pembayaran berbagai tagihan meningkat lebih dari dua kali lipat. Selain itu, masyarakat memanfaatkan waktu sahur untuk hiburan singkat sebelum beraktivitas. Pembelian voucer game tercatat naik 58%, sementara transaksi layanan hiburan digital meningkat 36%.

Chief Operating Officer OVO Eddie Martono mengatakan, perubahan pola ini menunjukkan bagaimana masyarakat menyesuaikan ritme aktivitas selama Ramadan, termasuk dalam cara mereka bertransaksi.

“Waktu sahur kini tidak hanya dimanfaatkan untuk bersantap, tetapi juga untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan digital seperti pembayaran tagihan atau pembelian pulsa," ujar Eddie dalam keterangan pers, Selasa (10/3). Melihat perubahan ini, OVO menghadirkan berbagai promo pada waktu sahur.

Perubahan aktivitas juga terlihat pada pola konsumsi makanan saat sahur. Transaksi santap sahur di berbagai gerai makanan dan minuman tercatat meningkat hingga empat kali lipat. Warteg, warmindo, dan warkop menjadi pilihan utama masyarakat.

Untuk pemesanan makanan secara online melalui GrabFood dengan metode pembayaran OVO, menu seperti aneka ayam dan paket nas, termasuk nasi goreng, menjadi pilihan paling populer. 

Aktivitas transaksi kembali meningkat menjelang waktu berbuka puasa, terutama pada pukul 16.00 hingga 18.00. Pada periode ini, pembayaran digital semakin banyak digunakan untuk membeli makanan dan minuman berbuka.

OVO mencatat transaksi pembayaran di gerai makanan dan minuman selama waktu ngabuburit mendominasi sekitar 42% dari seluruh transaksi. Menariknya, jumlah transaksi offline di gerai makanan dan minuman tercatat sekitar 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan transaksi online pada periode yang sama.

Menu yang paling banyak diburu menjelang berbuka antara lain dimsum, martabak, dan berbagai jenis gorengan. Sementara untuk minuman, kopi dan teh menjadi pilihan yang paling sering dibeli untuk melengkapi momen berbuka puasa.

Di sisi transaksi online saat berbuka, aktivitas pengguna juga tetap tinggi. Belanja melalui e-commerce menyumbang sekitar 29% dari transaksi online pada periode tersebut. Sementara itu, sekitar 20% transaksi berasal dari pembelian voucer gim, menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memanfaatkan waktu setelah seharian berpuasa untuk berbelanja atau menikmati hiburan digital.

Jika dilihat dari profil pengguna, lonjakan aktivitas transaksi selama Ramadan terutama digerakkan oleh kelompok usia produktif. Pengguna laki-laki berusia 25 hingga 34 tahun tercatat sebagai kelompok yang paling aktif bertransaksi baik saat sahur maupun berbuka, baik secara langsung di gerai maupun melalui platform digital.

Jumlah transaksi dari kelompok itu hampir dua kali lebih banyak dibandingkan pengguna perempuan. Meski demikian, aktivitas transaksi dari pengguna perempuan juga tetap tinggi, menunjukkan bahwa kedua kelompok sama-sama aktif memenuhi berbagai kebutuhan selama Ramadan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...