Akulaku Dikabarkan Ajukan IPO di Hong Kong, Target Kumpulkan Rp 8,9 Triliun

Desy Setyowati
1 September 2026, 12:10
Akulaku ipo di hong kong, akulaku,
Instagram/@akulaku_id
Akulaku
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Akulaku dikabarkan telah mengajukan permohonan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) secara rahasia di Hong Kong. Unicorn fintech Indonesia ini disebut-sebut menargetkan bisa mengumpulkan US$ 300 juta sampai US$ 500 juta atau Rp 5,3 triliun hingga Rp 8,9 triliun (kurs Rp 17.729 per US$).

Kabar itu pertama kali dilaporkan oleh IFR. Katadata.co.id mengonfirmasi hal itu kepada Akulaku melalui email, namun belum ada tanggapan hingga berita ini ditulis.

Sementara itu, IFR melaporkan pada Februari bahwa Akulaku mengajukan IPO dengan target dana yang dikumpulkan US$ 300 juta sampai US$ 400 juta.

“Kesepakatan itu bisa terjadi paling cepat tahun ini,” kata salah satu sumber IFR.

Pada 2022, Akulaku dikabarkan mempertimbangkan IPO di AS melalui penggabungan dengan Catcha Investment Corp, perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) yang berbasis di Singapura, tetapi kesepakatan ini tidak terwujud.

Saat itu, IPO melalui SPAC memang sedang tren.

Dikutip dari Deal Street Asia, unicorn fintech yang didukung oleh Ant Group itu dikabarkan bersiap melakukan IPO di Hong Kong, karena likuiditas pasarnya tinggi. Selain itu, para pendiri Akulaku, yakni William Li dan Gordon Hu, juga berasal dari Tiongkok daratan.

Bersamaan dengan rumor itu, Akulaku memperoleh fasilitas pendanaan Rp 500 miliar dari Bank Danaman Indonesia pada Juni. Dana ini digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja PT Akulaku Finance Indonesia seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital. 

"Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat struktur pendanaan perusahaan secara lebih optimal. Sinergi dengan Danamon diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan ke depan," ujar Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor dikutip dari keterangan pers.

PT Akulaku Finance Indonesia yang berada dalam satu ekosistem dengan Akulaku Group, merupakan bagian dari Mitra Strategis Danamon. Pembiayaan ini merupakan salah satu upaya Danamon dalam mendorong pertumbuhan grup keuangan yang didukung oleh MUFG Bank, Ltd. (MUFG) sebagai perusahaan induk.

Akulaku sebelumnya mengumpulkan pembiayaan utang US$ 100 juta dari HSBC pada 2024 dan US$ 200 juta dari MUFG pada Desember 2022.

Direktur Global Alliance Strategy, PT Bank Danamon Indonesia Tbk Jin Yoshida berharap fasilitas itu memperkuat kapasitas pendanaan Akulaku Finance Indonesia dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. "Kerja sama ini juga mencerminkan komitmen Danamon dalam memperkuat kolaborasi dengan nasabah korporasi, sekaligus mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem MUFG di Indonesia,” ujar  dia.

Pertimbangan IPO ini menyusul pendapatan perusahaan yang positif untuk tahun keuangan 2025. Akulaku melaporkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 108 miliar atau naik 66% dari tahun sebelumnya, dikutip dari Deal Street Asia. Valuasinya diperkirakan US$ 2 miliar per tahun lalu.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...