Ant International Perkuat Investasi, DOKU Tunjuk CEO Baru

Desy Setyowati
24 September 2026, 13:01
Doku, ant international,
Doku
Chief Executive Officer DOKU sekaligus Head of Antom Indonesia, Himelda Renuat (kiri) dan CEO DOKU sebelumnya Chris Yeo (kanan)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Antom, layanan pembayaran dan digitalisasi merchant dari Ant International yang berbasis di Singapura, memperkuat investasi strategisnya di perusahaan fintech pembayaran Indonesia, DOKU. Seiring dengan pengembangan investasi ini, DOKU melakukan rebranding menjadi DOKU by Antom dan menunjuk co-founder Himelda Renuat sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Pengembangan organisasi itu melanjutkan kemitraan yang diumumkan pada Februari, sekaligus memperluas kolaborasi DOKU dengan jaringan merchant global Antom dan mempererat kerja sama dengan 2C2P, anak usaha Antom yang bergerak di layanan payment gateway regional Asia Tenggara.

DOKU menyatakan Antom akan berperan lebih besar sebagai investor strategis yang mendukung pertumbuhan perusahaan. Kendati demikian, DOKU tetap beroperasi menggunakan nama dan lisensi yang dimilikinya saat ini.

Himelda Renuat Jadi CEO DOKU by Antom

Efektif per hari ini (24/9), Himelda Renuat yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dan merupakan salah satu pendiri DOKU, ditunjuk sebagai CEO DOKU sekaligus Head of Antom Indonesia.

Dalam peran barunya, Himelda akan memimpin fase pertumbuhan DOKU berikutnya serta mengembangkan bisnis Antom di Indonesia. DOKU menyebut pengalaman dan pemahaman Himelda terhadap pasar lokal akan dipadukan dengan kapabilitas regional dan global Antom untuk membuka lebih banyak peluang bagi merchant di Indonesia.

Himelda menggantikan Chris Yeo, yang memimpin DOKU sebagai CEO sejak 2022. “Dengan dukungan Antom dan 2C2P, kami dapat melayani merchant yang telah mempercayai kami dengan lebih baik, menjangkau lebih jauh industri-industri yang paling membutuhkan kami, serta membantu lebih banyak bisnis Indonesia mengambil langkah pertama untuk berekspansi ke pasar internasional,” kata Himelda dikutip dari siaran pers, Kamis (24/9).

Sementara itu, Chris Yeo optimistis Himelda untuk membawa DOKU memasuki fase berikutnya. Ia juga mengapresiasi peran Himelda sebagai salah satu pendiri DOKU dalam membangun bisnis, merek, dan kehadiran perusahaan di pasar.

Seiring penguatan investasi strategis, DOKU mengubah identitas mereknya menjadi DOKU by Antom. Rebranding ini mencerminkan sinergi yang semakin erat serta strategi go-to-market yang konsisten antara DOKU, 2C2P, dan Antom.

DOKU tetap beroperasi dengan nama dan lisensi yang dimilikinya saat ini. Antom akan berperan sebagai investor strategis yang mendukung pertumbuhan DOKU ke depan.

Kolaborasi DOKU, Antom, dan 2C2P akan difokuskan pada tiga area utama. Pertama, integrasi dengan jaringan merchant global Antom. Integrasi ini menghubungkan metode pembayaran lokal, relasi merchant, dan posisi DOKU secara regulasi di Indonesia dengan platform merchant acquiring global Antom serta ekosistem produk Ant International yang lebih luas, termasuk Alipay+ sebagai unified wallet gateway.

Kedua, perluasan kolaborasi dengan 2C2P. Sebagai anak perusahaan Antom yang menyediakan layanan payment gateway regional, 2C2P akan memperkuat kerja sama dengan DOKU untuk menghadirkan solusi pembayaran yang lebih komprehensif dan sesuai kebutuhan bisnis.

2C2P memiliki jaringan yang mencakup kanal online, mobile, dan offline, termasuk lebih dari 600.000 titik pembayaran alternatif. Sementara DOKU melayani lebih dari 300.000 merchant di seluruh Indonesia, sepertiTikTok, Google, Garuda Indonesia, Prudential, dan Trip.com.

Kerja sama ini menyasar merchant Indonesia yang ingin berekspansi ke Asia Tenggara, serta pelaku bisnis internasional yang ingin memasuki pasar Indonesia.

"Dengan memadukan kapabilitas payment gateway regional 2C2P dan kekuatan DOKU di pasar Indonesia, kami ingin membantu merchant mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara dengan lebih percaya diri," kata CEO 2C2P Worachat Luxkanalode.

Ketiga, pengembangan layanan keuangan. DOKU dan mitranya akan memperluas layanan yang mencakup pengembangan transaksi multi-mata uang (multi-currency), pemrosesan pembayaran lintas negara, serta penjajakan solusi pembiayaan (lending) dan pengelolaan perbendaharaan (treasury) untuk mendukung kebutuhan merchant.

Ekspansi Bisnis DOKU

Di bawah kepemimpinan Himelda Renuat, DOKU menyatakan akan mempertahankan komitmen untuk mendukung pertumbuhan bisnis Indonesia melalui layanan pembayaran.

Perusahaan menargetkan penguatan hubungan dengan merchant yang telah dilayani, perluasan jangkauan ke berbagai industri dan kanal pembayaran baru, serta dukungan bagi lebih banyak bisnis Indonesia untuk melakukan transaksi lintas-negara menuju 2027.

Prioritas itu akan ditopang oleh komitmen terhadap keunggulan layanan (service excellence), termasuk keandalan produk, proses integrasi yang semakin mudah bagi pengembang (developer), dan dukungan khusus bagi merchant selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

DOKU menyatakan akan terus berinvestasi di area-area tersebut seiring pertumbuhan bisnis bersama Antom dan 2C2P.

CEO Antom sekaligus Senior Vice President Ant International, Gary Liu menyebut pengembangan struktur kemitraan DOKU dan Antom sebagai kelanjutan dari kerja sama yang diumumkan pada awal tahun, bukan perubahan arah komitmen.

Menurut Gary, keahlian DOKU di pasar lokal, platform global Antom, dan jangkauan regional 2C2P dapat mendukung penyediaan manfaat bagi bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara.

Dengan perubahan kepemimpinan dan penguatan investasi strategis Antom, DOKU memasuki fase baru pengembangan bisnis pembayaran digital, dengan fokus pada integrasi merchant, ekspansi regional, dan pengembangan layanan keuangan bagi pelaku usaha.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...