Microsoft Tutup Windows 10 pada 2025, Pengguna Diminta Beralih ke Windows 11

Kamila Meilina
7 Januari 2025, 10:25
Windows 10, windows 11, microsoft
microsoft.com
Windows 10

Ringkasan

  • Laporan "Global Electricity Review 2024" oleh Ember menyatakan bahwa energi terbarukan telah menyumbang lebih dari 30% konsumsi listrik dunia untuk pertama kalinya pada tahun 2023, didorong oleh pertumbuhan signifikan dalam penggunaan tenaga surya dan angin.
  • Meskipun adanya kemajuan global dalam adopsi energi terbarukan, Indonesia masih tertinggal dengan pembangkit listrik tenaga surya dan angin hanya mencapai 0,2% dari total kapasitas pada 2022, berbeda dengan negara ASEAN lainnya seperti Vietnam yang telah mencapai 13%.
  • Peningkatan kapasitas terbarukan global, khususnya tenaga surya, telah berkontribusi pada penurunan rekor intensitas emisi CO2 dari pembangkit listrik pada 2023, sekaligus menjadikan tenaga surya sebagai sumber energi dengan pertumbuhan tercepat untuk tahun ke-19 berturut-turut.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Microsoft tak lagi mendukung sistem operasi atau OS Windows 10 pada Oktober 2025. Perusahaan mengimbau seluruh pengguna segera beralih ke Windows 11, yang disebut sebagai era baru PC berbasis kecerdasan buatan atau AI.

“Kami percaya, perangkat yang paling penting untuk diperbarui bukanlah televisi atau ponsel tahun ini, melainkan PC Windows 10 yang beralih ke Windows 11,” kata Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Pemasaran Konsumen Microsoft Yusuf Mehdi dalam gelaran teknologi Consumer Electronic Show atau CES 2025, dikutip dari The Verge, Senin (6/1). 

Beberapa fitur unggulan pada Windows 11 yang akan diperkenalkan tahun ini meliputi:

  • Copilot AI: Asisten virtual berbasis AI yang terintegrasi langsung dalam sistem operasi
  • Recall AI: Fitur pencarian canggih yang mampu mengingat aktivitas pengguna
  • Peningkatan Pencarian Windows: Pencarian berbasis AI yang lebih akurat dan mendalam

Microsoft menggaungkan jargon ‘Tahun PC AI’ sejak tahun lalu. Raksasa teknologi ini pun merilis lini PC Copilot Plus yang mengutamakan integrasi AI pada perangkat keras dan perangkat lunak.

Sistem operasi Windows 10 tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan reguler pada Oktober 2025. Bagi pengguna yang masih membutuhkan waktu untuk beralih, Microsoft menawarkan Extended Security Update atau ESU dengan biaya US$ 30 atau Rp 483.346 (kurs Rp16.111) per tahun untuk tetap mendapatkan perlindungan keamanan tambahan.

Microsoft lebih mendorong pembaruan penuh ke Windows 11, mengingat sistem operasi ini sudah menjadi standar baru untuk gaming PC di Steam dan berbagai perangkat PC gaming genggam yang diluncurkan tahun ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...