Riset KIC: Media Sosial Dominasi Sumber Informasi Kesehatan Mental di Indonesia

Kamila Meilina
19 Mei 2025, 10:26
Ilustrasi Pengguna Media Sosial
Unsplash
Ilustrasi Pengguna Media Sosial
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kesehatan mental semakin meningkat. Fenomena self-care kini mulai menjadi bagian dari gaya hidup harian. Seiring peningkatan ini, media sosial menjadi salah satu yang berperan penting dalam memberikan informasi seputar kesehatan mental.

Laporan Katadata Insight Center (KIC) tentang “Potret Self-Care Masyarakat Indonesia 2025” menunjukkan media sosial berperan sebagai sarana utama untuk mencari informasi seputar kesehatan mental.

Self-care merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan mental, yang mencakup tindakan sadar untuk merawat diri sendiri secara fisik, emosional, dan psikologis. Dalam konteks ini, self-care tidak hanya menjadi cara untuk meredakan stres, tetapi juga sebagai langkah preventif agar individu tetap sehat secara mental dan mampu menjalani kehidupan dengan lebih seimbang.

Survei yang dilakukan terhadap 1.212 responden secara nasional pada periode 29 April hingga 5 Mei 2025 ini menunjukkan lebih dari 97 persen responden, baik laki-laki maupun perempuan, menyatakan mengetahui dan memiliki minat terhadap isu kesehatan mental.

Di antara berbagai sumber informasi, media sosial menempati posisi teratas sebagai saluran utama yang diakses mayoritas orang.

Sebanyak 94,4 persen laki-laki dan 89,4 persen perempuan mengatakan mereka memperoleh informasi tentang kesehatan mental dari media sosial. Sumber lainnya seperti artikel di internet, seminar, atau televisi berada jauh di bawah angka tersebut.

Selain menjadi sumber informasi, media sosial juga digunakan aktif sebagai sarana praktik self-care. KIC mencatat bahwa lebih dari 98 persen responden menganggap praktik self-care, termasuk melalui media sosial, berdampak positif pada kesehatan mental.

Berikut merupakan sejumlah praktik menjaga kesehatan mental yang dilakukan lewat media sosial oleh sejumlah responden: 

  • Mengikuti akun media sosial yang membahas kesehatan mental
  • Berdiskusi dengan teman atau komunitas tentang pentingnya kesehatan mental
  • Memperhatikan tanda-tanda awal stres atau gangguan mental pada diri sendiri dan orang lain
  • Mengamati dampak lingkungan, pekerjaan, atau gaya hidup terhadap kesehatan mental
  • Mempraktikkan self-reflection atau journaling untuk memahami kondisi mental sendiri
  • Membantu teman atau keluarga yang sedang mengalami masalah mental dengan mendengarkan
  • Menghadiri seminar, webinar, atau pelatihan terkait kesehatan mental
  • Mengakses layanan profesional (psikolog, konselor) untuk memahami lebih lanjut tentang kesehatan mental
  • Mengikuti kampanye atau gerakan sosial yang mendukung kesadaran kesehatan mental

Bentuk praktik tersebut tidak hanya mencakup konsumsi informasi, tetapi juga aktivitas seperti mengikuti akun-akun yang membahas kesehatan mental, serta banyak pula yang berdiskusi dengan komunitas daring, memperhatikan tanda-tanda stres, hingga menulis jurnal  untuk refleksi diri. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...