Kopi Kenangan Raup Laba Bersih Rp 286 Miliar, Siap IPO

Rahayu Subekti
6 Februari 2026, 17:01
Kopi Kenangan,
Kopi Kenangan
Kopi Kenangan merambah pasar Singapura
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kopi Kenangan membukukan laba bersih US$ 17 juta atau Rp 286,04 miliar (kurs Rp 16.826 per dolar AS) tahun lalu. Startup jaringan kafe kopi ini pun memantapkan langkah untuk mencatatkan saham perdana alias IPO.

CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata, melalui unggahan di akun LinkedIn, menyebutkan pendapatan bersih naik 45% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi US$ 184 juta atau Rp 3,1 triliun. Selain itu, startup ini membukukan laba operasional perusahaan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi (penyusutan), dan amortisasi atau EBITDA US$ 37 juta atau Rp 622,56 miliar.

Dari sisi operasional, Kopi Kenangan mengoperasikan 1.324 gerai di enam negara hingga akhir tahun lalu. Pendapatan bersih di Indonesia tumbuh 40%yoy, sementara kinerja di Malaysia hampir dua kali lipat dan berhasil mencatatkan EBITDA positif.

Ekspansi juga dilakukan ke pasar baru seperti India dan Australia. Hal ini menegaskan transformasi Kopi Kenangan dari startup lokal menjadi bisnis regional berskala besar.

Edward menyampaikan capaian Kopi Kenangan itu bukan hasil strategi jangka pendek. “Enam tahun lalu, saya menulis tentang bermain dalam jangka panjang. Tentang mengutamakan pelanggan, menolak jalan pintas, dan fokus pada fundamental: pendapatan, profitabilitas, dan alokasi modal,” ujar dia dikutip dari akun  LinkedIn, dikutip Jumat (6/2).

Saat itu, ia mengatakan Kopi Kenangan masih sangat kecil. Tetapi sejak awal, perusahaan memiliki misi untuk membawa kopi Indonesia berkualitas tinggi ke dunia dengan membangun merek konsumen global.

Perjalanan Kopi Kenangan juga tidak lepas dari berbagai tantangan. Edward mengatakan Kopi Kenangan sudah melewati pandemi Covid-19 hingga perubahan drastis sentimen investor global setelah berakhirnya era suku bunga rendah.

Namun, Edward mengatakan setiap fase itu justru memperkuat keyakinan akan pentingnya profitabilitas, disiplin keuangan, dan tata kelola yang kuat.

“Siklus akan berubah, bangunlah untuk bertahan lama. Dan seiring perusahaan menjadi lebih matang, akan tiba saatnya keyakinan harus berubah menjadi komitmen,” ujarnya.

Oleh karena itu, Edward menilai saat ini menjadi momen dan komitmen untuk menempuh jalan yang terencana, disiplin, dan berorientasi pada pembangunan perusahaan yang siap IPO. Ia membagikan kinerja perusahaan bukan untuk pengakuan, tetapi untuk berbagi cerita dalam membangun Kopi Kenangan jangka panjang.

Sejalan dengan peta jalan menuju IPO, Kopi Kenangan telah menerapkan standar perusahaan publik sejak dini. Selama delapan tahun keuangan terakhir, startup ini secara konsisten memperoleh opini audit tanpa kualifikasi dari auditor eksternal Big Four.

Selain itu, Kopi Kenangan terus mempercepat siklus pelaporan keuangan, memperkuat pengendalian internal, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi dan analitik data dalam pengambilan keputusan.

“Kami juga memperdalam kesiapan IPO di seluruh persiapan uji tuntas (ruang data), pemeriksaan kesehatan pajak, dan kepatuhan hukum dan perizinan,” ujar Edward.

Strategi Kopi Kenangan Berbasis Teknologi

Edward mengatakan, kinerja Kopi Kenangan tahun lalu didorong oleh strategi berbasis teknologi. Melalui ekosistem digital, startup ini menambah 4,47 juta pelanggan baru sambil terus meningkatkan profitabilitas.

“Pendekatan yang berorientasi teknologi ini memungkinkan kami untuk membuka 347 toko baru sambil mempertahankan pertumbuhan penjualan toko yang sama sebesar 15% pada tahun fiskal 2025,” kata Edward.

Kopi Kenangan menargetkan sekitar 550 pembukaan toko secara global tahun ini.

Edward menilai perjalanan Kopi Kenangan saat ini mencerminkan fase baru ekosistem startup Asia Tenggara, setelah periode panjang yang didominasi oleh pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) daripada profitabilitas.

“Perubahan arah ini memang menyakitkan, tetapi sehat. Dengan perubahan haluan ini, kami hanya perlu waktu agar kawasan ini menghasilkan lebih banyak perusahaan yang menguntungkan dan peluang keluar yang lebih kuat,” kata Edward.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...