Industri Gim Tertekan Kenaikan Harga Cip, Kementerian Ekraf Siapkan Insentif
Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Luat Sihombing menyebut pengembangan industri gim tanah air menghadapi tantangan kenaikan harga perangkat keras (hardware). Hal ini disampaikan Luat dalam World Conference on Creativity Economy (WCCE) 2026.
“Harga chip dan RAM sedang naik dua tahun terakhir, jadi ini berdampak pada pengembangan gim,” kata Luat dalam salah satu panel diskusi WCCE, Kamis (22/10).
Padahal, ia menyebut potensi industri gim lokal sangat besar. Berdasarkan white paper “The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia” yang diluncurkan Tencent bersama Access Partnership, industri gim di Indonesia bahkan diproyeksikan akan berkontribusi terhadap perekonomian negara hingga US$3,3 miliar atau sekitar Rp59 triliun per 2030.
Pada tahun yang sama, pertumbuhan industri gim juga diramal berdampak pada pembukaan lapangan pekerjaan hingga 476.600 pekerja. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dari jumlah pekerja industri gim eksisting yang sekitar 257.400 pekerja. Separuh dari pembukaan lapangan pekerjaan ini ditopang dari sektor manufaktur perangkat keras dan peralatan pendukung (hardware and peripherals).
Untuk mendukung pengembangan pembiayaan industri gim tanah air, pemerintah berencana merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang percepatan industri gim. Revisi ini salah satunya bakal mengatur lebih detail terkait insentif investasi gim dalam negeri. Mekanisme insentif ini disiapkan baik untuk investor maupun studio pengembang gim lokal.
“Kami akan mempersiapkan rekomendasi kebijakan tentang insentif. Karena tanpa investasi yang besar, kita akan sulit meningkatkan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di industri gim,” kata Luat
Dalam Perpres 19/2024, sebenarnya pemberian insentif ini sudah disebut sebagai salah satu strategi dalam percepatan pengembangan industri gim nasional. Namun, belum ada rincian detail terkait pemberian insentif ini.
Sejumlah strategi lain yang disiapkan pemerintah untuk mendorong industri gim tanah air mengacu pada Perpres termasuk pengembangan riset, pendidikan, fasilitas pendanaan dan pembiayaan, penyediaan infrastruktur, pengembangan sistem pemasaran, fasilitas kekayaan intelektual (IP), dan perlindungan hasil kreativitas.
Sebagai salah satu langkah nyata, baru-baru ini Kemenekraf bekerja sama dengan raksasa teknologi Tiongkok Tencent untuk mendukung pengembangan teknologi industri gim lokal. Tencent berkomitmen untuk mendorong penguatan teknologi komputasi awan (cloud) industri, keamanan siber, sampai teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Kami ingin bisa mendukung pekerja kreatif lokal dengan teknologi kami, agar bisa bersaing di kancah global dengan biaya produksi yang lebih rendah,” kata Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant, dalam acara yang sama.
