Genshin Impact Didenda Rp 327 Miliar karena Diduga Tipu Anak-anak Lewat Gacha


Pengembang gim Genshin Impact yakni Cognoverse didenda US$ 20 juta atau Rp 327,3 miliar (kurs Rp 16.365 per dolar AS). Perusahaan dinilai memasarkan loot boxes dan menyesatkan pemain anak-anak terkait peluang untuk memenangkan hadiah.
Loot box adalah barang virtual yang dapat dikonsumsi untuk menerima pilihan acak barang virtual lebih lanjut atau jarahan, mulai dari opsi penyesuaian sederhana untuk avatar alias karakter pemain, senjata dan baju besi.
Loot box biasanya merupakan bentuk monetisasi. Pemain gim membeli atau mendapatkan secara gratis hadiah, biasanya berbentuk kotak.
Pemain harus membeli ‘kunci’ untuk membuka kotak tersebut. Sistem ini juga dikenal sebagai gacha.
Kata gacha merupakan kependekan dari gachapon atau gashapon. Gashapon adalah mesin yang menjual mainan kapsul.
Nama gashapon berasal dari dua kata yakni ‘Gasha’ berarti bunyi yang keluar saat mesin digunakan dan ‘Pon’ yakni kapsul yang membungkus mainan tersebut.
"Genshin Impact menipu anak-anak, remaja, dan pemain lain agar menghabiskan ratusan dolar untuk hadiah yang peluangnya kecil untuk dimenangkan,” kata Direktur Biro Perlindungan Konsumen Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat atau FTC Samuel Levine dilansir dari The Verge, Minggu (19/1).
Menurut Levine, perusahaan yang menggunakan taktik ‘pola gelap’ seperti ini akan dimintai pertanggungjawaban jika menipu pemain terutama anak-anak dan remaja. Penipuan ini mencakup biaya sebenarnya dari transaksi dalam game.
Departemen Kehakiman yang mengadukan Genshin Impact ke pengadilan. Mereka menuduh pengembang Genshin Impact melakukan pemasaran kepada anak-anak menggunakan pendekatan seperti unggahan di media sosial dan spanduk dalam game.
Perusahaan tersebut diduga mengumpulkan informasi pribadi pengguna, atau melanggar Aturan Perlindungan Privasi Daring Anak-anak.
Setelah penyelesaian disetujui, perusahaan diharuskan menghapus semua data anak-anak di bawah 13 tahun yang orang tuanya tidak menyetujui pengumpulan data.
Persyaratan lain dari penyelesaian tersebut yakni Cognosphere harus menawarkan opsi membeli loot box secara langsung atau tidak hanya melalui uang virtual. Perusahaan juga dilarang salah mengartikan harga, fitur, dan peluang menang untuk loot box, dan harus mengungkapkan nilai tukar untuk mata uang virtual bertingkat.