Daftar Negara Eropa Batasi Penggunaan AI DeepSeek, Terbaru Ceko
Pemerintah Republik Ceko resmi melarang penggunaan seluruh layanan milik startup kecerdasan buatan (AI) asal Cina, DeepSeek, oleh instansi pemerintahan. Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran terkait keamanan dan perlindungan data.
"Pemerintah memutuskan untuk melarang penggunaan produk AI, aplikasi, solusi, halaman web, dan layanan web yang disediakan oleh DeepSeek dalam administrasi publik Ceko," ujar Perdana Menteri Petr Fiala dalam konferensi pers yang disiarkan langsung, dikutip dari Reuters, Rabu (9/7).
Fiala mengatakan, sebagai perusahaan berbasis di Cina, DeepSeek tunduk pada peraturan pemerintah Cina, termasuk potensi kerja sama dengan badan-badan intelijen negara. Hal ini dikhawatirkan membuka celah bagi Beijing untuk mengakses data yang disimpan di server milik DeepSeek di Cina.
DeepSeek sebelumnya mengejutkan industri teknologi global pada Januari lalu dengan klaim bahwa mereka berhasil mengembangkan model AI dengan biaya lebih rendah ketimbang ChatGPT milik OpenAI. Namun, ketidakjelasan terkait transparansi data membuat perusahaan ini berada di bawah sorotan regulator internasional.
Dalam kebijakan privasinya, DeepSeek menyatakan bahwa mereka menyimpan data pribadi pengguna, termasuk permintaan (prompts) dan file yang diunggah, di server yang berlokasi di Cina. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan data dan pelanggaran terhadap regulasi perlindungan data di Eropa.
Pihak DeepSeek dan Kedutaan Besar Cina di Praha belum memberikan tanggapan resmi atas keputusan tersebut.
Langkah Ceko menambah daftar panjang negara-negara Eropa yang telah mengambil kebijakan serupa. Sejumlah negara Eropa lainnya juga menyuarakan kekhawatiran atas bagaimana DeepSeek menangani dan menyimpan data pengguna. Ini daftarnya:
1. Jerman
Komisaris Perlindungan Data Jerman meminta Apple dan Google menghapus aplikasi DeepSeek dari toko aplikasi mereka di Jerman. Permintaan ini muncul karena kekhawatiran bahwa DeepSeek mentransfer data pribadi pengguna secara ilegal ke Cina.
Melansir Reuters (27/6), Komisaris Meike Kamp menyampaikan bahwa tindakan ini diambil untuk melindungi privasi warga Jerman. Ia mengatakan, pengalihan data ke luar Uni Eropa tanpa dasar hukum yang sah melanggar aturan perlindungan data.
2. Belanda
Pemerintah Belanda pada Februari lalu melarang pegawai negeri menggunakan DeepSeek, untuk pekerjaan mereka. Pemerintah setempat menyebut aplikasi ini rentan digunakan untuk kegiatan spionase.
Otoritas Perlindungan Data Belanda (AP) sebelumnya juga memperingatkan warga agar berhati-hati saat menggunakan DeepSeek, terutama jika mengunggah data milik orang lain.
Mereka mengatakan data tersebut bisa saja dikirim ke Cina tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemiliknya, yang dapat menimbulkan pelanggaran hukum.
3. Italia
Otoritas perlindungan data Italia, Garante, memerintahkan DeepSeek AI untuk memblokir chatbot-nya di negara tersebut. Langkah ini diambil setelah DeepSeek gagal memberikan informasi yang cukup terkait penggunaan data pribadi.
Garante menilai jawaban yang diberikan DeepSeek tidak memadai dan memutuskan untuk memblokir layanannya demi melindungi data pengguna Italia. Pengawas telah menanyai DeepSeek minggu ini tentang penggunaan data pribadinya, terutama mencari informasi tentang data pribadi apa yang dikumpulkan.
Dalam tanggapannya terhadap pertanyaan Garante, DeepSeek mengatakan telah menghapus asisten AI-nya dari toko aplikasi Italia setelah kebijakan privasinya dipertanyakan.
"Tanggapan DeepSeek tidak hanya tidak memberi kami jaminan apa pun, itu memperburuk posisi mereka, dan itulah alasan kami memutuskan untuk memesan blok," kata Anggota Dewan Otoritas Data Italia, Agostino Ghiglia dikutip dari Reuters, Jumat (31/1).
4. Prancis
Pengawas privasi Prancis akan menyelidiki DeepSeek untuk memahami cara kerja sistem AI buatan startup Cina tersebut serta risiko privasi yang mungkin ditimbulkan bagi pengguna.
Langkah ini diambil setelah DeepSeek menarik perhatian global karena mengklaim dapat melatih model AI dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan pesaingnya.
Otoritas Prancis, CNIL, saat ini sedang menganalisis DeepSeek-V3 dan akan meminta klarifikasi dari perusahaan terkait kebijakan pengelolaan data mereka.
CNIL dikenal sebagai salah satu regulator paling aktif di Eropa, sebelumnya telah memberikan sanksi kepada perusahaan teknologi besar seperti Google dan Meta.
5. Irlandia
Komisi Perlindungan Data Irlandia telah meminta informasi dari DeepSeek mengenai cara perusahaan AI tersebut memproses data pengguna di Irlandia. Permintaan ini disampaikan pada hari Rabu (29/1) sebagai bagian dari pengawasan terhadap keamanan data di negara tersebut.
Meskipun Irlandia merupakan regulator utama bagi banyak perusahaan teknologi besar AS yang beroperasi di Uni Eropa, DeepSeek belum menetapkan negara tersebut sebagai kantor pusatnya di Eropa.
Dalam pernyataannya, regulator Irlandia menegaskan bahwa mereka telah menghubungi DeepSeek untuk mendapatkan klarifikasi mengenai pemrosesan data pengguna Irlandia.

