Mark Zuckerberg Kembangkan AI Super Canggih untuk Kebutuhan Personal Pengguna

Kamila Meilina
1 Agustus 2025, 16:37
Mark Zuckerberg
Facebook/Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg menyatakan perusahaannya tengah mengembangkan kecerdasan buatan tingkat lanjut, atau personal superintelligence, yang ditujukan untuk bisa digunakan secara personal oleh semua orang.

Dalam pernyataannya, Zuckerberg mengatakan AI kini mulai menunjukkan tanda-tanda mampu memperbaiki dirinya sendiri, meskipun masih dalam tahap awal. Ia meyakini dalam beberapa tahun ke depan, superintelligence akan memainkan peran penting dalam kemajuan peradaban.

“Superintelligence akan mempercepat laju kemajuan umat manusia dan memungkinkan era baru pemberdayaan personal,” ujar Zuckerberg, dikutip dari laman resmi Meta (30/7).

“Setiap orang akan memiliki AI pribadi yang membantu mencapai tujuan, menciptakan hal baru, dan memperluas kapasitas diri.”

Inisiatif ini disebutnya sebagai langkah strategis dari induk platform Instagram dan Facebook ini untuk menghadirkan teknologi AI yang tidak hanya terpusat, tetapi juga memberdayakan individu.

Zuckerberg menegaskan pendekatan Meta berbeda dari perusahaan teknologi lain yang fokus pada otomatisasi kerja dan distribusi hasil AI secara terpusat. Sebab, Meta justru ingin menjadikan AI sebagai alat bantu yang bisa digunakan individu untuk mengejar aspirasi masing-masing.

Ia juga menyebut perangkat seperti kacamata pintar akan menjadi komputasi utama di masa depan, karena mampu memahami pengguna melalui penglihatan, pendengaran, dan interaksi langsung sepanjang hari.

Di sisi lain, Zuckerberg pengembangan superintelligence akan menimbulkan tantangan baru dalam hal keamanan dan etika. Meta, kata dia, akan berhati-hati dalam melakukan open source teknologi ini dan berkomitmen memastikan manfaat AI tersebar luas.

“Kami percaya bahwa membangun masyarakat bebas berarti memberdayakan orang sebanyak mungkin,” ujarnya. “Dekade ini akan menjadi masa penentu arah pengembangan superintelligence, apakah menjadi alat pemberdayaan atau justru menggantikan peran manusia.”

Ia juga menyatakan Meta memiliki sumber daya, infrastruktur, dan skala untuk menghadirkan personal superintelligence ke miliaran pengguna di seluruh dunia.

Proyek Meta Kembangkan Superintelligence

Induk Instagram dan Facebook ini sebelumnya telah mengenalkan tim yang akan membangun proyek AI super canggih yang disebut Meta Superintelligence Labs alias MSL. Tim ini akan dipimpin beberapa karyawan baru, termasuk pemuda berusia 28 tahun Alexandr Wang.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan unit AI Meta Superintelligence Labs akan menaungi berbagai tim yang mengerjakan model-model dasar seperti perangkat lunak Llama open-source, produk dan proyek ‘Penelitian AI Fundamental', menurut memo internal, sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional.

Di tengah pengembangan proyek ini, Meta gencar merekrut ahli AI, karena menghadapi persaingan ketat dari perusahaan lain seperti OpenAI dan Google. Pada awal Juni, induk Facebook ini mempekerjakan Alexander Wang, yang kini menjabat sebagai kepala Meta AI.

Induk Instagram itu juga merekrut Friedman dan mitra bisnis, Daniel Gross, yang merupakan CEO Safe Superintelligence.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...