Telkom Investasi Rp 3,2 triliun untuk Perpanjang Rute Kabel Laut hingga Afrika

Kamila Meilina
27 Agustus 2025, 14:43
Telkom investasi us$ 200 juta untuk perpanjang kabel laut,
Katadata/Kamila Meilina
Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) di Nusa Dua, Rabu (27/8/2025)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Telkom Indonesia memperluas proyek kabel bawah laut Indonesia Cable Express atau ICE dengan investasi tambahan US$ 200 juta atau Rp 3,27 triliun (kurs Rp 16.357 per US$) untuk memperluas rute kabel bawah laut hingga ke kawasan Afrika dan Atlantik.

Presiden Direktur Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan kabel laut ICE merupakan visi jangka panjang perusahaan untuk menjadikan Indonesia pusat konektivitas digital global.

“ICE diluncurkan tahun lalu, dengan tujuh rute utama membentang di Asia, Timur Tengah, Eropa, Australia, dan Amerika Utara. Kini kami memperluas dengan menjajaki peluang rute baru ke Afrika dan kawasan transatlantik,” ujar dia dalam acara Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) di Nusa Dua, Rabu (27/8).

Proyek ICE merupakan konsorsium atas anak usaha Telkom Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional atau Telin. Infrastruktur kabel fiber optik di dasar laut alias submarine cable ini diluncurkan tahun lalu.

Total investasi kabel laut itu US$ 2,66 miliar atau Rp 43 triliun, dengan Telin memegang porsi  US$ 420 juta – US$ 620 juta atau Rp 6,8 triliun – Rp 10,1 triliun.

“Proyek ini akan didukung oleh potensi investasi tambahan US$ 200 miliar. Namun, sekali lagi, ini lebih dari sekadar kabel baru. Ini tentang ketahanan, keberagaman, dan menjadikan Indonesia pusat digital Indo-Pasifik yang sesungguhnya,” kata Dian. 

Dana tambahan itu akan digunakan untuk memperluas jaringan komunikasi kabel lautnya. 

Direktur Utama Telin Budi Satria Dharma Purba mengungkapkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi strategis itu akan melintasi banyak negara, mulai dari Singapura, Indonesia, Hong Kong dan Jepang.

Selain itu, dari Hong Kong, Manado, Papua Nugini, dan Chili. Kemudian, dari Singapura,  India, Afrika, serta Indonesia – Amerika.

“Jadi banyak variasi. Kami hanya ingin memperkuat infrastruktur itu setara dengan di negara lain,” kata Budi saat konferensi pers Batic, di Nusa Dua, Bali, Selasa (26/9).

Proyek kabel laut itu ditargetkan rampung dalam empat hingga lima tahun ke depan. Sebab, ia menilai ini merupakan proyek besar dan rumit, sehingga memakan waktu cukup panjang. 

Telkom memiliki infrastruktur digital domestik dan internasional yang luas. Perseroan mengoperasikan 112 ribu km jaringan serat optik yang menghubungkan lebih dari 500 kota, didukung oleh 270.000 BTS, 43.000 menara, 35 pusat data, dan tiga satelit.

Infrastruktur itu memungkinkan Telkom menjangkau hingga 97% populasi Indonesia.

Secara global, Telin mengoperasikan 64.700 km kabel serat optik internasional yang terintegrasi dengan 27 sistem kabel di berbagai benua, 58 titik operasi di 26 negara, serta 15 kantor global dari Singapura, Hong Kong hingga Amerika Serikat dan Eropa.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...