BATIC 2025: Infrastruktur Kabel Bawah Laut Telkom Dorong RI Jadi Hub Digital

Ardhia Annisa Putri
Oleh Ardhia Annisa Putri - Tim Publikasi Katadata
27 Agustus 2025, 18:47
BATIC 2025
Katadata/Ardhia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyoroti proyek pembangunan kabel laut dalam proyek Indonesia Cable Express (ICE) Telkom dalam pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025 di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8).

Infrastruktur kabel bawah laut strategis ini diproyeksikan mentransformasi Indonesia dari sekadar pasar konektivitas menjadi pusat digital utama di kawasan Indo-Pasifik.

“Dengan tujuh jalur kabel utama yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, Eropa, Australia, hingga Amerika Utara, ICE dirancang bukan hanya untuk memperkuat konektivitas Indonesia, tetapi juga membuka peluang ekonomi digital lintas benua,” kata Dian dalam Opening Keynote bertajuk “Empowering the Digital Future: Connectivity, Innovation, and Growth”.

Saat ini, panjang kabel Telin 306.376 km yang terintegrasi dalam 27 sistem kabel bawah laut. Sistem ini menghubungkan Indonesia dengan pusat-pusat ekonomi dunia mulai dari Singapura, Hong Kong, hingga Eropa dan Amerika Serikat.

“Dengan infrastruktur yang kuat di darat, laut, dan udara, Telkom menghubungkan Indonesia ke dunia dengan keandalan dan skala yang luar biasa,” tambah Dian.

Dian menambahkan, di masa depan juga diperlukan konektivitas yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, gelombang besar transformasi teknologi artificial intelligence (AI), cloud computing, internet of things (IoT), hingga otomatisasi berbasis data menuntut infrastruktur digital yang tangguh.

“Telkom Group memandang konektivitas sebagai urat nadi ekonomi digital. Namun konektivitas masa depan harus lebih dari sekadar kecepatan internet; ia harus cerdas, adaptif, dan mampu mengotomatisasi proses untuk menghasilkan efisiensi dan keberlanjutan,” ujar Dian di hadapan ribuan peserta dari berbagai negara dan pelaku industri teknologi.

BATIC 2025 hadir di Bali sebagai tonggak 10 tahun transformasi digital.
BATIC 2025 hadir di Bali sebagai tonggak 10 tahun transformasi digital. (Telin)

ICE untuk Antisipasi Pertumbuhan Data

CEO Telin Budi Satria, menyoroti perkembangan teknologi, terutama AI yang telah memicu lonjakan permintaan data yang luar biasa di kawasan Asia Tenggara. Permintaan pusat data di Indonesia, Malaysia, dan Thailand diproyeksikan tumbuh lebih dari 35 persen dalam lima tahun ke depan.

“Dulu pelanggan hanya membutuhkan ratusan gigabit. Sekarang, para pemain AI meminta kapasitas dalam skala terabit,” kata Budi.

Ia menambahkan, ICE menjadi salah satu jawaban untuk mengatasi pertumbuhan data yang semakin tinggi. Rute ICE yang strategis dengan kapasitas yang masif dapat mengantisipasi pertumbuhan data di masa mendatang sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta digitalisasi dunia.

Meski demikian, ia mengingatkan, ada tantangan besar yang harus diatasi yakni lamanya proses pembangunan yang membutuhkan waktu 5-7 tahun untuk satu proyek. Oleh karenanya diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Ini memerlukan kolaborasi erat antaroperator. Ke depan, mungkin kita bisa memiliki sistem interoperabilitas seperti industri penerbangan, di mana pelanggan dapat memilih jalur kabel dengan transparansi biaya, kapasitas, hingga latensi,” tambahnya.

Suasana BATIC 2025
Suasana BATIC 2025 (Katadata/Ardhia)

Telkom Menghubungkan Indonesia

Saat ini Telkom telah mengoperasikan lebih dari 112 ribu kilometer jaringan serat optik yang menghubungkan 501 kota di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini diperkuat oleh 271 ribu BTS, lebih dari 43 ribu menara telekomunikasi, 35 pusat data, serta 3 satelit yang secara kolektif memastikan konektivitas andal bagi 97 persen populasi Indonesia.

Telkom juga telah melayani lebih dari 150 juta pelanggan seluler, 10 juta pelanggan fixed broadband, 700 instansi pemerintah, 500 BUMN, 1.800 perusahaan swasta, serta lebih dari 600.000 UMKM.

Peran Telkom pun melampaui penyedia layanan telekomunikasi semata. Perusahaan pelat merah ini telah menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia dan menopang berbagai sektor industri yang tengah bertransformasi di era digitalisasi global.

Adapun perhelatan BATIC 2025 yang berlangsung 26–29 Agustus 2025 di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, menjadi ajang penting bagi para pemangku kepentingan di sektor telekomunikasi, digital, dan teknologi dari seluruh dunia.

Mengusung tema “Igniting Tomorrow’s Digital Evolution”, konferensi ini mempertemukan operator telekomunikasi, penyedia teknologi, pembuat kebijakan, hingga investor untuk mendorong kolaborasi dan inovasi di era konektivitas cerdas.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...