Animator Pakistan Junaid Miran Akan Tuntut Pembuat Film Merah Putih: One for All

Desy Setyowati
2 September 2025, 12:39
Karakter Jayden dan di film Merah Putin: One For All, animator pakistan junaid miran akan tuntut merah putih one for all
YouTube Jainad, CGV, Katadata/DesySetyowati
Karakter Jayden dan di film Merah Putin: One For All
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Animator Pakistan Junaid Miran akan menuntut pembuat film Merah Putih: One for All terkait dugaan penggunaan karakter buatannya tanpa izin.

Dikutip dari laman LinkedIn, Junaid Miran menyematkan informasi bahwa dirinya berasal dari Pakistan, namun berbasis di Uni Emirat Arab (UEA). Pada awal 11 Agustus atau dua hari sebelum film Merah Putih:One for All tayang di bioskop, Junaid Miran mengatakan ada enam karakter buatannya yang dipakai tanpa izin.

Ia tidak memerinci keenam karakter yang dimaksud. Akan tetapi, ia menyampaikan hal itu dalam kolom komentar video berjudul 'Character Profile: Jayden – "Stylized Toon Boys Pack' di kanal YouTube miliknya.

Animasi Jayden mirip dengan karakter berbaju merah di film Merah Putih: One for All.

Junaid Miran mengatakan dirinya menerima banyak pesan, baik di kolom komentar maupun pesan langsung alias direct message (DM), terutama dari warganet di Indonesia, untuk menuntut pihak yang menggunakan karakter buatannya tanpa izin.

“Suara kalian sudah didengar. Kalian mau aku berjuang? Oke, aku akan berjuang. Aku siap menuntut mereka yang bertanggung jawab atas ketidakadilan ini,” kata Junaid Miran dalam konten di YouTube miliknya, Senin (1/9).

“Tapi aku perlu kalian mengerti satu hal penting, bahwa aku tidak bisa melakukan ini sendiri,” ia menambahkan. “Tuntutan hukum, apalagi di negara lain, membutuhkan banyak biaya untuk pengacara, administrasi, perjalanan, dan semuanya membutuhkan banyak uang.”

Junaid Miran merupakan animator independen, yang tidak memiliki studio besar maupun sponsor. Oleh karena itu, ia menjual 10 karyanya dengan harga yang lebih murah yakni US$ 5 atau Rp 75 ribu.

“Karya seni beresolusi tinggi 6K yang aku curahkan seluruh jiwaku ke dalamnya, aku memasang harga untuk seluruh koleksi ini,” katanya. “Aku paham, dengan harga itu, banyak di antara kalian yang tidak bisa, jadi aku mengubahnya menjadi hanya US$ 5.”

Ia berharap dari penjualan 10 karakter itu, dia bisa mengumpulkan dana untuk menuntut pembuat film Merah Putih: One for All.

Kemenekraf Akan Selidiki Ada Tidaknya Aset yang Ditiru di Merah Putih: One for All

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar memastikan kementerian akan mencari tahu apakah ada ada hak kekayaan intelektual atau HKI yang dilanggar dalam pembuatan film animasi Merah Putih: One for All.

Hal itu terkait adanya beberapa potongan adegan dalam animasi Merah Putih: One for All yang diduga merupakan kekayaan intelektual dari film lain.

“Kami lihat ada dua sisi. Di industri animasi, termasuk gim, ada aset yang diperjualbelikan di platform seperti Unity, ini pasar terbuka. Selama mereka membeli aset-aset yang ada di sana, ini tidak menyalahgunakan aturan," kata Irene di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (12/8).

Namun jika pembuat animasi mengambil kekayaan intelektual tanpa izin dan bukan dari aset yang diperjualbelikan, maka hal itu melanggar aturan.

Ia mengatakan akan memastikan animasi Merah Putih: One for All tidak menyalahi aturan dalam penggunaan visual dari kekayaan intelektual kreator lain tanpa izin.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...