Perusahaan AI Milik Elon Musk PHK 500 Karyawan

Kamila Meilina
15 September 2025, 13:40
Elon Musk phk karyawan,
Instagram @planetanovo
Elon Musk
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan kecerdasan buatan atau AI milik Elon Musk, xAI dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK terhadap 500 karyawan dari tim anotasi data, yang bertugas mengembangkan chatbot Grok.

Menurut laporan Business Insider, pemberitahuan PHK disampaikan melalui email pada Jumat (12/9) malam. Karyawan yang terkena dampak berasal dari tim generalist AI tutors atau tutor AI umum, yang merupakan divisi terbesar di xAI.

Tugas utama tutor AI umum yakni melatih Grok memahami dunia dengan memberi konteks serta mengategorikan data mentah.

Karyawan diberitahu bahwa mereka tetap akan menerima gaji hingga kontrak berakhir atau maksimal hingga 30 November. Namun, akses mereka ke sistem perusahaan langsung dicabut pada hari pengumuman PHK.

Menanggapi kabar tersebut, xAI menyatakan perusahaan masih membuka perekrutan di berbagai bidang. Bahkan xAI menargetkan peningkatan jumlah tutor AI spesialis hingga 10 kali lipat dibandingkan saat ini.

Hal itu menunjukkan adanya pergeseran strategi, dari mengandalkan tenaga umum ke arah tenaga spesialis yang dianggap lebih efektif dalam mendukung pengembangan AI tingkat lanjut.

PHK massal itu terjadi di tengah dinamika internal perusahaan. Pada akhir Juli, Chief Financial Officer atau CFO xAI Mike Liberatore mundur, hanya beberapa bulan setelah menjabat, menurut Wall Street Journal.

xAI diluncurkan Elon Musk pada 2023 dengan misi menantang dominasi perusahaan teknologi besar di bidang AI. Orang terkaya di dunia ini kerap mengkritik para pesaingnya, karena dinilai menerapkan sensor berlebihan dan kurang memperhatikan standar keamanan dalam pengembangan AI.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...