Apa Itu Topan Super Ragasa yang Hantam Taiwan dan Alasan Tak Lewati Indonesia

Desy Setyowati
25 September 2025, 12:49
Topan Super Ragasa,
NASA
Topan Super Ragasa
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Topan Super Ragasa yang menerjang Taiwan mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 33 orang belum diketahui keberadaannya. Topan ini membawa hujan lebat ke daerah Hualien di Taiwan, yang mengakibatkan danau penghalang di pegunungan meluap dan melepaskan gelombang air ke kota kecil Guangfu.

Selain Taiwan, Topan Super Ragasa menghantam negara lain seperti Hong Kong, Cina, dan Filipina.

Lebih dari satu juta orang dievakuasi di Guangdong, Cina, akibat ancaman Topan Super Ragasa, menurut laporan China Central Television pada Selasa (23/9). Pemerintah provinsi ini mengumumkan status darurat level tertinggi saat topan semakin mendekat.

Kementerian Luar Negeri atau Kemlu Indonesia mengatakan semua WNI yang berada di wilayah terkena dampak Topan Super Ragasa yakni Guangdong, Hong Kong, Taiwan, Macau, dan Manila, Filipina sejauh ini berada dalam kondisi aman. 

“Tidak ada laporan WNI yang menjadi korban Topan Super Ragasa,” kata Direktur Pelindungan WNI atau PWNI Kemlu Judha Nugraha dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/9).

KJRI Hong Kong, KDEI Taipei, KBRI Manila, dan KJRI Guangzhou telah berkoordinasi dengan otoritas setempat serta komunitas WNI, khususnya di wilayah terkena dampak Topan Super Ragasa.

Apa Itu Topan Super Ragasa?

Topan Super Ragasa adalah siklon tropis yang menjadi super topan di kawasan barat Pasifik pada 2025, dikutip darilaporan NASA Earth Observatory. Kecepatan angin maksimum melebihi 145 knot atau sekitar 270 kilometer per jam saat mencapai puncak.

Ragasa dikenal sebagai badai tropis terkuat di wilayah barat Pasifik atau Asia Timur tahun ini.

Bagaimana terbentuknya Topan Super Ragasa? Ragasa bermula sebagai gangguan cuaca di Laut Filipina atau wilayah timur Filipina. Gangguan cuaca ini menguat seiring bergeraknya angin ke barat laut ke arah perairan hangat.

Lingkungan kondusif sepeeri suhu laut tinggi, kelembapan, serta kondisi aliran udara atas yang mendukung itu memungkinkan proses ‘rapid intensification’ atau penguatan cepat menjadi tipan super.

Taiwan, Hong Kong, Cina, dan Filipina terkena dampak Topan Super Ragasa karena terletak di Samudra Pasifik barat atau Laut Filipina, yang berada dalam jalur umum pembentukan badai tropis.

Perairan laut di wilayah itu sering memiliki suhu hangat, yang diperlukan untuk menopang pembentukan dan intensifikasi badai tropis. Aliran atmosfer di musim badai sering mendorong sistem ke arah barat laut menuju Filipina, Taiwan, dan pesisir selatan Cina, bukan ke selatan seperti Indonesia.

Negara-negara itu juga berada di lintang yang cukup jauh dari ekuator atau garis khatulistiwa, sehingga efek Coriolis cukup untuk memicu rotasi sistem badai tropis. Efek Coriolis adalah fenomena fisika yang muncul karena rotasi Bumi, yang membuat arah gerakan benda atau aliran misalnya, angin dan arus laut, tampak membelok dari jalurnya yang lurus.

Selain itu, jalur pergerakan Topan Super Ragasa memungkinkan badai tetap berada di atas laut hangat untuk waktu yang cukup lama sebelum mencapai daratan, sehingga tidak melemah terlalu cepat sebelum tiba.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Desy Setyowati, Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...