Elon Musk Sebut Grox xAI Akan Segera Bisa Deteksi Video AI dan Deepfake

Kamila Meilina
15 Oktober 2025, 13:16
Elon Musk, grok, video ai, video deepfake,
Instagram @planetanovo
Elon Musk
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Elon Musk menyampaikan chatbot Grok xAI akan segera dapat menganalisis video AI maupun deepfake. Bahkan, platform kecerdasan buatan ini bakal bisa melacak asal usul konten palsu itu.

CEO xAI mengatakan fitur deteksi video AI itu akan memungkinkan Grok meneliti dan menentukan dari mana konten ini berasal. Hal ini seiring meningkatnya kekhawatiran tentang penyalahgunaan konten yang dihasilkan AI untuk peniruan identitas dan penyebaran materi yang memfitnah.

Elon Musk menyampaikan hal itu saat menanggapi komentar pengguna X bernama Matt Walsh, yang menyarakan kekhawatiran tentang maraknya video deepfake.

"Dalam satu atau dua tahun ke depan, mungkin lebih cepat lagi, siapa pun yang membenci Anda akan dapat membuat video fitnah apa pun tentang Anda yang melakukan atau mengatakan sesuatu yang buruk,” kata Walsh melalui X, dikutip dari BMI.com, Rabu (15/10).

“Video itu akan sangat sulit dibedakan dari video asli, sehingga Anda tidak akan pernah bisa membuktikan bahwa itu palsu. Hampir tidak ada yang dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi,” Walsh menambahkan.

Elon Musk merespons unggahan itu. “Grok akan dapat menganalisis video itu untuk mencari tanda-tanda AI dalam aliran bit dan kemudian meneliti lebih lanjut di internet untuk menilai asal-usulnya,” kata orang terkaya di dunia ini.

Menyusul komentar Elon Musk itu, akun resmi Grok di X membagikan detail lebih lanjut tentang cara kerja fitur deteksi video AI dan deepfake. Chatbot ini kemungkinan dapat mendeteksi jejak halus terkait AI dalam aliran bit video, seperti ketidakteraturan dalam kompresi atau pola pembangkitan yang tidak terlihat oleh manusia.

Grok juga dapat membandingkan metadata, jejak sumber, dan rekaman daring untuk membantu memverifikasi keaslian video.

Sejak diperkenalkan pada 2023, Grok AI telah menjadi inti strategi Elon Musk untuk memposisikan xAI sebagai pesaing OpenAI dan Google di bidang kecerdasan buatan.

Awal tahun ini, Elon Musk menggabungkan xAI dengan X untuk menciptakan integrasi yang lebih erat antara kedua platform, menjadikan Grok bagian penting dari pengalaman media sosial.

Pengguna di X sudah bisa menggunakan Grok untuk memeriksa fakta unggahan. Elon Musk mengindikasikan rencana untuk mengganti algoritma rekomendasi platform media sosial ini dengan Grok agar konten yang disajikan lebih sesuai.

Grok juga mendukung proyek Elon Musk yang lebih luas untuk mengembangkan alternatif Wikipedia yang disebut ‘Grokipedia’.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...