7 Programmer Muda Indonesia Juara di Kompetisi Keamanan Siber Dunia

Ira Guslina Sufa
30 Oktober 2025, 08:06
7 Programmer Muda Indonesia Juara di Kompetisi Keamanan Siber Dunia
Kaspersky
7 Programmer Muda Indonesia Juara di Kompetisi Keamanan Siber Dunia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tujuh anak muda Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Tim yang menamakan diri Satuan Koalisi Siber Dadakan (SKSD) berhasil meraih juara kedua dalam kompetisi keamanan siber dunia yang digelar oleh perusahaan keamanan siber global Kaspersky.

Final dari ajang bergengsi bertajuk Security Analyst Summit Capture The Flag (SAS CTF) 2025 itu berlangsung di Khao Lak, Thailand. Kompetisi ini menjadi bagian dari forum tahunan Security Analyst Summit (SAS) yang digelar  pada 26–29 Oktober 2025 mempertemukan para pakar, peneliti, serta lembaga penegak hukum dari berbagai negara untuk membahas tren dan ancaman siber terkini.

Dalam kompetisi tersebut, SKSD bersaing ketat dengan tujuh tim lain dari berbagai negara, termasuk Rusia, Jepang, dan sejumlah tim internasional. Total terdapat lebih dari 900 tim dari 80 negara yang berpartisipasi pada babak kualifikasi daring yang digelar pada Mei lalu. Hanya delapan tim terbaik yang melaju ke babak final di Thailand, memperebutkan total hadiah US$ 18.000.

Tim SKSD terdiri dari tujuh talenta muda dengan latar belakang universitas berbeda. Sebagai juara kedua mereka membawa pulang hadiah US$ 5.000 atau setara Rp 83 juta. 

Adapun tujuh programmer muda yang tergabung dalam SKSD adalah:

  • Linuz Tri Erianto, lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB)
  • Achmad Zaenuri Dahlan Putra, lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  • Bill Elim, mahasiswa aktif Universitas Bina Nusantara (Binus)
  • Bambang Priyanto, mahasiswa aktif President University
  • Rendi Yuda, lulus IPB
  • Moch Sofyan Firdaus, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Achmad Fahrurrozi Maskur, lulusan ITB

Kombinasi pengalaman lulusan dan semangat mahasiswa aktif membuat SKSD tampil solid dalam menyelesaikan serangkaian tantangan teknis di babak final. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam kriptografi, rekayasa balik (reverse engineering), eksploitasi biner, keamanan web, forensik digital, serta Web3. 

Salah seorang anggota tim, Linuz mengatakan capaian mereka dalam forum SAS merupakan buah dari kerja sama dan dedikasi tim. Tahun ini, panitia juga menambahkan elemen kecerdasan buatan (AI) dalam sejumlah soal. 

Menurut Linuz, prestasi yang diraih dalam SAS CTF kali ini menjadi motivasi untuk membawa dunia siber Tanah Air berkembang lebih pesat. Ia mengatakan saat ini sebenarnya ada banyak talenta muda Indonesia yang memiliki kemampuan dan bisa bersaing di dunia internasional. 

Namun, Linuz mengatakan perlu perhatian dari pemerintah untuk bisa memfasilitasi bakat yang ada agar lebih bermanfaat. Dia berharap even serupa bisa lebih sering dilakukan di dalam negeri agar lebih banyak talenta yang muncul. 

"Skill anak muda di idnonesia itu mumpuni sebenarnya banyak hal yang bermanfaat ilmunya bisa digunakan dan kalau difalisitasi oleh pemerintah akan bisa lebih bermanfaat," ujar Linuz dalam wawancara dengan Katadata.co.id yang dikutip Kamis (30/10). 

Kaspersky Dukung Pengembangan Talenta Siber Global

CTF merupakan ajang kompetisi yang rutin dilakukan oleh Kaspersky. Director of Global Research and Analysis Team (GReAT) Kaspersky, Igor Kuznetsov dalam keterangan resmi menyatakan program ini merupakan komitmen perusahaan untuk mendorong minat para ahli keamanan siber untuk terus berinovasi. 

Kaspersky menegaskan, kompetisi tahunan SAS CTF merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat komunitas profesional keamanan siber global dan mendorong inovasi di bidang ini.

“Kompetisi CTF bukan sekadar tantangan, tapi wadah bagi para profesional keamanan siber untuk mengasah kemampuan, berkolaborasi, dan mendorong batas penelitian keamanan,” ujar Igor.

Selain SKSD dari Indonesia, tujuh tim lain yang tampil di babak final antara lain C4T BuT S4D (Rusia), PIG SEKAI (internasional), dtl (Rusia), SPRUSH (Rusia), Infobahn (internasional), thehackerscrew (internasional), dan BunkyoWesterns (Jepang). Dari tim PIG SEKAI, salah satu lawan terkuat SKSD, tercatat ada tiga anggota yang juga berasal dari Indonesia, yakni Yudistira Arya (mahasiswa Binus), Zafir Rasyidi Taufik (lulusan UI), dan Aimar Sechan Aditya. 

Keberhasilan tim SKSD menjadi bukti bahwa kemampuan talenta muda Indonesia di bidang keamanan siber mampu bersaing di level dunia. Capaian ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem keamanan siber nasional yang kian strategis di tengah meningkatnya ancaman digital.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...