Ada Enam Gerhana Matahari Total dan Cincin Api Mulai 2026, Pertama Sejak 2010
Manusia di Bumi akan menyaksikan masing-masing tiga Gerhana Matahari Total dan Gerhana Matahari Cincin Api selama 2026 - 2028, pola beruntun yang terakhir kali terjadi pada 2008 - 2010.
Fenomena ini menandai berakhirnya masa-masa tanpa gerhana total pada 2025 yang hanya diisi oleh gerhana matahari parsial.
Melansir laman Space (4/1), sepanjang periode Agustus 2026 hingga Juli 2028, Bumi akan mengalami tiga gerhana matahari total dalam kurun waktu 2,5 tahun atau 710 hari.
Gerhana Matahari 2026
Rangkaian fenomena alam ini akan dibuka oleh Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026. Ini akan menjadi gerhana total pertama yang bisa disaksikan dari wilayah Eropa sejak 2015, serta dari daratan utama Eropa sejak 1999.
Jalur gerhana total ini dimulai dari Siberia, melintasi Greenland bagian timur, Islandia, lalu menyapu Spanyol utara sebelum berakhir di kawasan Mediterania. Kota-kota seperti León, Burgos, dan Valladolid berada di jalur totalitas. Meski durasi totalitas hanya sekitar dua menit, posisi Matahari yang rendah menjanjikan pemandangan visual dan fotografi.
Gerhana Matahari 2027
Puncak rangkaian ini terjadi pada 2 Agustus 2027, ketika gerhana Matahari total dengan durasi hingga 6 menit 22 detik melintasi Spanyol selatan, Afrika Utara, hingga Timur Tengah.
Gerhana itu dijuluki sebagai ‘gerhana abad ini’, karena lamanya total tutupan dan lintasan yang melewati wilayah dengan peluang langit cerah tinggi. Wilayah Luxor di Mesir, yang merupakan situs bersejarah, menjadi salah satu lokasi paling ideal untuk menyaksikan korona Matahari secara maksimal.
Gerhana Matahari 2028
Kurang dari setahun kemudian atau pada 22 Juli 2028, Gerhana Matahari total kembali terjadi dan melintasi Australia serta Selandia Baru.
Untuk pertama kalinya sejak 1857, totalitas akan terlihat dari Sydney. Di wilayah terpencil Australia Barat, durasi totalitas bahkan bisa melampaui lima menit, dengan peluang cuaca cerah.
Sejak Agustus 2026 hingga Juli 2028, tiga gerhana total dapat disaksikan di tiga benua berbeda. Selain langka, rangkaian ini juga tergolong “ramah perjalanan” bagi orang-orang yang ingin menyaksikan ketiga gerahana tersebut, karena banyak jalur gerhana total melintasi wilayah yang mudah diakses dan terjadi pada musim panas belahan Bumi utara.
Fenomena ini berkaitan dengan siklus Saros, yakni periode sekitar 18 tahun 11 hari 8 jam, ketika konfigurasi Matahari, Bulan, dan Bumi hampir berulang. Setiap 18 tahun lebih, rangkaian serupa akan terjadi kembali, tetapi jarang yang seatraktif dan semudah diakses seperti periode 2026–2028. Rangkaian berikutnya baru akan muncul pada 2044–2046.
Gerhana Matahari Cincin Api
Selain tiga gerhana total, manusia di Bumi akan melihat tiga Gerhana Matahari Cincin Api atau gerhana annular dalam tiga tahun berturut-turut.
Jadwal Gerhana Matahari Cincin:
- 17 Februari 2026: di wilayah terpencil Antartika
- 6 Februari 2027: terlihat dari bagian Amerika Selatan dan Afrika Barat
- 26 Januari 2028: terlihat dari beberapa bagian Ekuador, Brasil, Spanyol, dan Portugal
Gerhana annular pertama terjadi pada 17 Februari 2026 dan hanya dapat disaksikan dari wilayah terpencil Antartika. Selanjutnya pada 2027, jalurnya melintasi kawasan Atlantik hingga Afrika.
Pada 2028, ketika gerhana cincin api melintasi Kepulauan Galápagos dan Spanyol. Bagi Spanyol, ini berarti tiga Gerhana Matahari besar, dua total dan satu cincin api, terjadi hanya dalam selang 532 hari, ini tercatat sebagai fenomena yang sangat jarang bagi para pengamat langit Eropa.
