Viral Jmail Dipakai Jutaan Orang untuk Baca Isi Email Epstein dengan Mudah

Desy Setyowati
3 Februari 2026, 07:11
Jmail.world Epstein, jmail, epstein
X @RTWLZ
Jmail.world Epstein
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Situs Jmail.world viral karena menampilkan puluhan ribu email terkait Jeffrey Epstein dalam antarmuka layaknya Gmail, alih-alih dokumen yang tersebar dan sulit dibaca seperti yang diunggah oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat alias DOJ.

Jmail.world dikembangkan oleh Riley Walz, seniman internet yang dikenal dengan proyek-proyek teknis yang menyenangkan, bersama Luke Igel, engineer perangkat lunak sekaligus CEO perusahaan pengeditan video AI Kino.

Jmail menyajikan email Epstein dalam tata letak seperti Gmail. Folder seperti ‘Kotak Masuk’, ‘Terkirim’, dan fitur pencarian menyerupai antarmuka Gmail.

Pengguna dapat mengeklik pesan individual, melihat percakapan, mencari berdasarkan kata kunci, dan memindai baris subjek, sehingga jauh lebih mudah untuk mengikuti alur korespondensi.

Jmail.world Epstein
Jmail.world Epstein (Jmail.world)

Jmail menggunakan pengenalan karakter optik (OCR) dan alat konversi teks berbasis AI untuk mengubah hasil pindaian berkualitas rendah menjadi teks yang dapat dibaca, meningkatkan kemampuan pencarian tanpa memperkenalkan dokumen baru, pribadi, atau yang belum dirilis.

Proyek Jmail dibuat menyusul dirilisnya ribuan email Epstein sebagai bagian dari upaya transparansi yang lebih luas berdasarkan hukum AS.

Berbagai lembaga, termasuk Komite Pengawasan Parlemen dan DOJ, telah menerbitkan sejumlah besar materi dari harta warisan Epstein, termasuk email, catatan pengadilan, gambar, dan dokumen lainnya, dalam beberapa bulan terakhir. Yang terbaru, DOJ merilis tiga juta dokumen.

Meskipun bersifat publik, berkas-berkas mentah tersebut awalnya hanya tersedia sebagai dokumen-dokumen yang terpisah dengan fungsi pencarian yang terbatas. “Email-email itu (terkait Epstein yang diunggah oleh DOJ) sangat sulit dibaca,” kata Igel melalui X dikutip dari SundayGuardianLive, Selasa (3/2), seraya mencatat bahwa sebagian besar materi asli terkubur dalam format hasil pemindaian yang buruk sehingga sulit untuk dipelajari.

Alat seperti Jmail berupaya menjembatani kesenjangan itu dengan mengatur materi dalam format yang mudah digunakan.

Alih-alih membuka setiap file PDF atau teks secara manual, pengguna dapat menelusuri percakapan yang terhubung, melihat pengirim dan penerima, serta melacak rangkaian email dari waktu ke waktu, seperti membuka Gmail.

Riley Walz menggambarkan proyek Jmail.world sebagai cara untuk menyajikan informasi dalam bentuk yang sudah dipahami orang yakni Gmail. Alih-alih berpindah-pindah antara PDF yang terfragmentasi atau file mentah, pengunjung situs Jmail.world dapat menelusuri korespondensi seperti akun email lainnya.

“Kami mengkloning Gmail. Anda bisa masuk seolah-olah sebagai Epstein dan dapat melihat email-emailnya,” kata Riley Walz melalui X pada November 2025.

Ia menyampaikan pada Sabtu (31/1) mengatakan tim Jmail.world sedang memproses hampir satu juta PDF terkait Epstein, yang baru saja dirilis DOJ. “Sepuluh dari kami sedang bekerja bersama saat ini, menambahkan 300 GB dokumen,” kata dia.

Selain Gmail Epstein dengan Jmail, Riley Walz dan tim membuat membuat klona Google Drive dan Google Photos terkait pelaku kejahatan seksual terhadap anak itu. Dengan begitu, pengunjung bisa melihat foto-foto dan dokumen terkait Epstein lebih mudah.

“Kami mengkloning Google Photos, hanya saja ini adalah rol kamera Epstein,” ujar dia.

JPhotos Epstein
JPhotos Epstein (X @RTWLZ)

Jmail.world dibantu oleh startup Reductoai untuk menampilkan berkas-berkas terkait Epstein. Adir Abraham, pendiri Reductoai mengatakan, Jmail dikunjungi jutaan orang dalam tiga hari terakhir.

“Ketika file dirilis (oleh DOJ), dokumen-dokumen ini tiba sebagai tempat pembuangan besar PDF yang disunting dan pemindaian yang berantakan, hampir tidak mungkin dibaca dan sama sekali tidak dapat dicari,” kata dia melalui laman Linkedin pada Desember 2025.

Ia menyampaikan Lucas Igel dan Riley Walz ingin membuat data itu dapat diakses. “Mereka bekerja sama dengan teman-teman untuk membangun JMail: Gmail seolah-olah Anda masuk sebagai Jeffrey Epstein sendiri,” kata dia. “Konsep ini langsung menjadi viral, mengumpulkan jutaan penayangan dan liputan berita yang luas dalam semalam.”

Katadata.co.id membuka Jmail.world. Tampilannya sangat mirip dengan Gmail, dan pengunjung dibuat seolah-olah sedang membuka akun Epstein.

Pengunjung bisa menggunakan fitur pencarian atau search untuk melihat email Epstein, layaknya menggunakan Gmail. Misalnya, mengetik kata ‘Bill Gates’ lalu klik cari, maka pesan-pesan terkait akan muncul.

Jmail.world juga menyediakan klona Jdrive dan Jphotos yang memudahkan untuk melihat berkas berupa dokumen digital maupun foto terkait Epstein.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...