Elon Musk dan Pendiri LinkedIn Ribut Usai Nama Keduanya Masuk di Berkas Epstein
Elon Musk dan salah satu pendiri LinkedIn Reid Hoffman masuk dalam berkas terkait pelaku kejahatan seksual anak Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau DOJ. Kedua tokoh di bidang teknologi ini kini berselisih di media sosial.
Perselisihan antara Elon Musk dan Redi Hoffman dimulai pada Jumat (30/1) atau setelah DOJ merilis berkas. Kedua miliarder ini saling melontarkan kritik atas keterlibatan mereka dalam berkas Epstein.
Baik Elon Musk maupun Reid Hoffman tidak terlibat dalam pelanggaran hukum apa pun terkait hubungan masa lalu mereka dengan Epstein, yang menjadi tokoh penting dalam perseteruan keduanya di media sosial.
Namun Elon Musk membagikan ulang unggahan dari Katie Miller, mantan sekretaris pers Wakil Presiden Mike Pence (2019-2020), yang mengkritik Reid Hoffman.
Pendiri LinkedIn pun membalas Elon Musk, dengan mengunggah tangkapan layar dari pernyataannya di masa lalu tentang Presiden AS Donald Trump dan berkas Epstein.
Dari situ, keduanya berseteru di X terkait dokumen DOJ, yang mengungkapkan bahwa Elon Musk berencana mengunjungi Epstein beberapa kali, termasuk di pulau pribadi di Karibia.
Elon Musk membalas Reid Hoffman dengan mengunggah foto screenshot email yang ia terima dari Epstein pada 2014. "Beginilah cara saya tahu sejak lama bahwa Reid Hoffman pergi ke pulau Epstein," tulis Musk melalui X, dikutip dari Business Insider, Rabu (4/2).
"Epstein menggunakan kehadiran Reid di sana untuk membujuk saya agar pergi, tanpa menyadari bahwa hal itu akan memberikan efek sebaliknya," orang terkaya di dunia itu menambahkan.
Hoffman menuduh CEO Tesla itu membuat tuduhan palsu dan berbohong tentang keterlibatannya dengan Epstein, alih-alih berupaya mendapatkan keadilan bagi para korban Epstein.
"Kau berbohong tentang ini kepada semua orang selama lebih dari satu dekade, dan sekarang alasanmu (yang menjijikkan, hanya omongan) adalah kau bisa mendapatkan gadis-gadis muda tanpa Epstein?" tulis Hoffman.
Give us a break: If you cared about the victims as you say, you’d stop making false accusations to cover your ass and start using your $220m of influence with President Trump to get justice for the victims.
Instead, you’re focused on comparing my visit fundraising for MIT to… https://t.co/51VgQ9Q9SY— Reid Hoffman (@reidhoffman) February 1, 2026
Hoffman membagikan ulang unggahan X yang berisi dokumen yang menunjukkan percakapan email pemilik SpaceX itu di masa lalu dengan Epstein. Salah satu unggahan menyebut Elon Musk sebagai ‘bintang kejutan yang muncul dari berkas Epstein’.
Salah satu tangkapan layar dari berkas Epstein yang dibagikan Reid Hoffman menunjukkan email pada 2012 yang memuat teks bahwa Elon Musk bertanya kepada Epstein. "Hari/malam apa yang akan menjadi pesta paling meriah di pulau Anda?"
Pemilik X pun balik menunjuk Hoffman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas korespondensi masa lalunya dengan Epstein.
"Epstein terus-menerus mendesak saya untuk pergi ke pulau pedofil dan saya selalu menolak. Tapi tidak denganmu. Kau benar-benar pergi," kata Elon Musk. "Hadiah apa yang kau bawa untuk Epstein saat kau pergi ke pulau pedofil itu?"
Hoffman sebelumnya mengakui bahwa dia telah mengunjungi pulau Epstein, yang menurutnya merupakan bagian dari upaya penggalangan dana untuk MIT Media Lab.
Epstein hounded me relentlessly to go to his pedo island and I always declined.
Not you though. You actually went.
What “gifts” did you bring to Epstein when you went to pedo island? pic.twitter.com/0ATSIl3ojn— Elon Musk (@elonmusk) February 2, 2026
Perseteruan antara Elon Musk dan Hoffman sudah berlangsung bertahun-tahun.
Hoffman sebelumnya menggambarkan perseteruan itu sebagai perseteruan sepihak, yang dimulai beberapa tahun setelah Elon Musk meninggalkan dewan direksi OpenAI. Hoffman, yang merupakan salah satu donatur awal OpenAI, mengatakan bahwa pemilik xAI itu iri atas kesuksesan OpenAI setelah kepergiannya.
"Dia pergi sambil berkata, 'kalian semua bodoh dan kalian akan gagal,' dan saya membantu mereka sukses,” ujar Hoffman.
Elon Musk, yang sebelumnya bekerja dengan Hoffman di PayPal, mengatakan bahwa Hoffman termasuk di antara para miliarder yang ‘ketakutan’ tentang daftar klien Epstein yang akan terungkap pada 2024.
Hoffman kemudian mengatakan bahwa ia menghadapi ancaman setelah klaim Elon Musk yang mengakibatkan ia menyewa petugas keamanan.
Nama keduanya masuk dalam berkas Epstein yang kini viral di banyak negara, termasuk Indonesia. Kasus Epstein meluas ke banyak bidang, termasuk kejahatan seksual anak, Bitcoin hingga dugaan adanya ‘pabrik pembuatan bayi’.
