Lokasi untuk Melihat Gerhana Matahari Cincin 17 Februari, Terlihat di Indonesia?
Gerhana Matahari Cincin diperkirakan terjadi pada 17 Februari. Namun fenomena alam ini diprediksi sebagian besar disaksikan oleh penguin ketimbang manusia.
Cakupan Gerhana Matahari Cincin sepanjang 4.282 kilometer dengan lebar 616 kilometer. Jalur annularitas atau tempat ‘cincin api’ akan terlihat, lebih banyak melintasi Antartika Barat dan menyusuri pantai Laut Davis di Samudera Selatan.
Meski begitu, akan ada lebih banyak orang yang dapat menyaksikan fase parsial Gerhana Matahari Cincin. Dikutip dari Space.com, tahap ini akan terlihat di seluruh Antartika, Afrika bagian tenggara, ujung selatan Amerika Selatan, serta di sebagian Samudra Pasifik, Hindia, Atlantik, dan Selatan.
Waktu untuk melihat Gerhana Matahari Cincin sebagai berikut:
- Gerhana sebagian dimulai pukul 9:56 UTC atau 16:56 WIB
- Gerhana cincin dimulai pukul 11:42 UTC atau 18:42 WIB
- Gerhana maksimum dimulai pada pukul 12:12 UTC atau 19.12 WIB
- Gerhana cincin berakhir pada pukul 12:41 UTC atau 19:41 WIB
- Gerhana sebagian berakhir pada pukul 14:27 UTC atau 21:27 WIB
Indonesia tidak termasuk wilayah yang dilalui jalur gerhana, sehingga fenomena ini tidak dapat diamati dari Tanah Air, baik sebagai gerhana cincin maupun sebagian. Masyarakat Tanah Air bisa mengikuti peristiwa Gerhana Matahari Cincin melalui siaran online atau dokumentasi observatorium internasional.
Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi posisi Bulan lebih jauh dari Bumi sehingga ukuran tampaknya lebih kecil dan tidak menutupi Matahari sepenuhnya. Akibatnya, bagian tepi Matahari masih terlihat sebagai lingkaran terang menyerupai cincin.
Setelah fenomena pada 17 Februari, Gerhana Matahari Cincin berikutnya akan terjadi pada 6 Februari 2027, dan akan terlihat dari lokasi di Chili, Argentina, Uruguay, Brasil, Pantai Gading, Ghana, Togo, Benin, dan Nigeria.

